Mumtazah! Al-Ustadzah Dewi Intan Galih S. Raih Gelar Sarjana dalam tempo 3 tahun dan beri pesan inspiratif bagi santri

    0
    44

    Balung- Al- Ustadzah Dewi Intan Galih S., merupakan salah satu kader terbaik Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1 dalam kurun waktu tiga tahun. Prestasi yang didapatnya ini adalah perpaduan studi singkat di Mesir dan kelanjutan pendidikan di Universitas UNIDA Gontor.

    Dalam wawancara, Ustadzah Intan menceritakan tentang pengalamannya belajar di dua tempat dengan tantangan yang berbeda pula. “Kalau di Gontor, sebenarnya tidak ada tantangan berat. Hanya lingkungan baru dengan sistem disiplin yang tinggi. Jadi harus cepat beradaptasi biar mudah mengikuti kegiatan.”

    Sementara di Mesir, tantangan yang didapatnya lebih banyak dari pergaulan dan kemandirian. “Di Mesir itu enak, cuma ya harus bisa jaga diri. Di sana laki-laki dan perempuan digabung. Jadi harus hati-hati. Sekarang banyak mahasiswa Mesir yang pergaulannya aneh-aneh. Makanya harus pintar-pintar nyari teman yang baik,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan pentingnya membangun lingkungan belajar yang sehat. “Kalau bisa, jangan cuma sama orang Indo aja. Cari orang Mesir juga agar bahasanya nambah. Banyak yang bertahun-tahun di Mesir tapi g berkembang bahasa Arabnya karena bergaulnya sama orang Indo terus,” tambahnya.

    Baca Juga :  MA'ANNAJAAH!: Dimulai dengan Upacara, Ujian Tahriri Santri Resmi Dimulai

    Ketika ditanya tentang kebiasaan yang membuatnya konsisten belajar, ia menjawab dengan sederhana, “Setiap ada tugas, langsung kerjain. Sebelum kelas, cari tau dulu sedikit-sedikit tentang materi. Habis kelas, dibuka lagi catatannya. Belajar jangan nunggu disuruh. Kita yang harus banyak membaca,” ujarnya.

    Ia menyampaikan pesan yang cukup menyentuh bagi para santri yang sering kehilangan semangat belajar atau merasa dirinya tidak mampu. “Nilai jelek itu bukan berarti bodoh. Mungkin kelebihannya bukan di situ. Coba mulai cari jati diri. Yang penting punya satu hal yang bisa diunggulkan, entah organisasi atau keterampilan yang lain, lalu kembangkan.” katanya.

    Di akhir sesi wawancara, Ia memberikan kunci utama keberhasilan. “Istiqomah itu yang paling penting. Ada kata-kata dari kyai Anang Rizka Masyhadi, M.A., Ph.D. yang beliau ingat, Pimpinan Pondok Modern Tazakka Batang, sekaligus Sekjen FPAG, yaitu: setidaknya kita hidup dengan memiliki tiga karya abadi.
    1. Sedekah jariyah,
    2. Ilmu yang bermanfaat,
    3. Doa anak sholeh.
    Tiga hal ini yang saya pegang agar tetap istiqomah belajar,” tutupnya.

    Baca Juga :  Tingkatkan Kemandirian : Belajar ke Kota Batu dan 3 Industri Bisnis di Jember

    Kisah ini menjadi inspirasi bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membawa seseorang meraih pencapaian luar biasa. Semoga semangat dari Al-Ustadzah Dewi Intan Galih S. bisa menjadi dorongan bagi seluruh santri Baitul Arqom Jember untuk terus berkembang dan meraih cita-cita. (Ns/Al/Qr)

    PENDAFTARAN SANTRI BARU

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here