SAINS: Mengapa “Tips Kebahagiaan” Tak Selalu Manjur?

    0
    219

    Jember- Pernah sekali waktu, saya menemukan kata-kata “Lakukan hal-hal ini untuk hidup bahagia” atau “Tips hidup bahagia” di media sosial. Biasanya kalimatnya singkat dan cukup menenangkan, bahkan sampai membuat kita berpikir ohh.. Gampang banget ya, ternyata hidup bahagia bisa sesimpel itu.

    Apa benar? Dengan melakukan hal-hal itu, kita bisa langsung bahagia? Eits, tunggu dulu..

    Tubuh punya sistem yang bisa mengatur perasaan. Sistem ini bukan tombol yang dipencet langsung beres. Gunanya bukan untuk membuat hidup sempurna, tapi membantu tetap waras di tengah gempuran realita. Ibarat payung saat hujan. Payung tidak bisa menghentikan turunnya, tapi bisa bantu untuk tak basah kuyup ditengah hujan.

    Sistem tubuh ini dipengaruhi oleh beberapa hormon,

    1. Oksitosin

    Oksitosin itu hormon yang membuat hati merasa aman ketika dekat orang lain.
    Oksitosin bisa ditingkatkan dengan melakuin beberapa hal, seperti:
    – bermain dengan hewan peliharaan
    – shalat berjamaah
    – menggendong anak kecil
    – berbicara dari hati ke hati

    Efeknya, pikiran jadi nyaman dan hati jadi tenang. Tapi perlu diingat kalo hormon ini hanya penenang sementara, bukan solusi jangka panjang kesepian.

    Baca Juga :  SAMBANG ALUMNI: Menguatkan Tali Silaturrahmi di Tengah Kota Denpasar

    2. Dopamin
    Biasanya, dopamin muncul waktu kita merasa puas dan dapat pencapaian.
    Bisa muncul jika kita melakukan:
    – berbicara baik ke diri sendiri
    – menyelesaikan tugas kecil
    – belajar hal baru
    – olahraga ringan

    Dopamin itu mudah membuat candu. Dopamin yang baik bukan terlalu memanjakan diri sehingga merasa “aku hebat” tapi yang pelan-pelan bikin merasa “aku jalan”.

    3. Serotonin
    Serotonin berperan untuk mengontrol kestabilan emosi. Bukan bisa membuat kita tersenyum terus, tapi menjaga agar tidak mudah down saat menghadapi realita.

    Bisa ditingkatkan dengan:
    – ibadah
    – bersyukur
    – pola tidur teratur
    – membersihkan rumah

    Serotonin tidak hadir dengan instan, biasanya sering muncul dari kegiatan yang tidak enjoy dijalani. Tapi dari situ, pikiran bisa lebih jernih dan emosi lebih stabil.

    Jadi, apakah melakukan hal-hal sederhana bisa langsung membuat kita bahagia?

    Kegiatan tertentu memang bisa memunculkan rasa bahagia, tapi bukan berarti hidup jadi baik-baik saja. Hormon itu hanya membantu menopang hidup, bukan menyelesaikan masalah hidup.

    Baca Juga :  NISFU SYA'BAN: Malam Istimewa Penuh Ampunan 

    Bahagia tidak hadir hanya dengan melakukan sesuatu satu kali. Ia muncul dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus dan sadar kalo hidup tak selalu sesuai harapan.

    Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, semua ini terasa dalam keseharian. Bahagia tidak hanya didapat hanya dari sekedar menjalankan tips atau satu kegiatan ringan, tapi dari proses yang dilakukan bersama-sama secara konsisten.

    Pelan-pelan berarti santri belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan, yang awalnya berat jadi terbiasa, yang sekedar bertahan jadi lebih kuat. Maka, dari sini bisa dipahami kebahagiaan bukan berarti hidup tanpa masalah, tapi mampu untuk tetap kuat ketika hidup tidak sesuai harapan. (Ns/Qr)

    PENDAFTARAN SANTRI BARU

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here