Jember- Pernahkah kita berfikir tentang bagaimana bisa matahari mengeluarkan cahaya yang panas? Atau mungkin heran dengan cara kerja organ tubuh yang otomatis tanpa harus diperintah? Misalnya, jantung yang berdetak, mata berkedip, darah yang mengalir ke seluruh tubuh, dan hujan yang turun ke bumi.
Semua yang terjadi bukan hanya sekedar kebetulan. Allah menciptakan alam semesta ini dengan rapi dan penuh perhitungan, lewat ilmu kauniyah -ilmu yang mempelajari tentang alam beserta isinya seperti biologi, kimia, fisika, dan astronomi, kita dapat mengenal Allah. Semakin dalam kita mempelajari ilmu, semakin pula kita mengenal Allah jika kita mempelajarinya dengan hati nurani yang terbuka.
Ilmu kauniyah ini dapat dijelaskan melalui 3 aspek Filsafat ilmu, yaitu:
Ontologi membahas tentang kebenaran dari suatu objek dalam kajian. Ilmu kauniyah memiliki objek semua benda yang ada di alam semesta. Seperti atom, makhluk hidup, fenoma alam, dan lain sebagainya dalam penciptaan alam semesta.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Artinya: “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Al-Imron: 190)
Epistemologi menjelaskan tentang cara mengetahui sesuatu dan dari mana saja sumbernya. Ilmu kauniyah membahas tentang bagaimana manusia dapat memperoleh pengetahuan mengenai alam semesta. Epistemologi ini dapat diperoleh dari observasi, eksperimen, penalaran, maupun mentadabburi ayat ayat Allah.
قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ…
Artinya: ‘Katakanlah (wahai Muhammad), “Berjalanlah di (muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk)…” (QS Al Ankabut: 20)
Aksiologi membahas tentang tujuan/fungsi dari ilmu tersebut. Tujuan dari ilmu kauniyah ini bukan hanya untuk menambah wawasan, melainkan juga untuk meningkatkan keimanan kita, menumbuhkan tafakkur dan rasa syukur kepada Allah, mengembangkan akal dan ilmu pengetahuan, mengintegrasikan ilmu, iman dan akhlak, dan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Ali Imron: 191)
Pada akhirnya, mempelajari ilmu kauniyah bukan hanya sekedar untuk memperdalam wawasan tentang alam semesta, melainkan menjadi salah satu wasilah mendekatkan diri pada Allah subhanahu wata’ala. Dengan demikian, marilah kita mempelajari ilmu kauniyah dengan hati nurani yang terbuka, agar kita dapat lebih dekat dan tunduk pada-Nya. (Ns/*)








