Jember- Setiap tahun, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember memiliki agenda wajib. Salah satunya adalah Pekan Perkenalan Khutbatul Arsy. Di tahun ini, acara ini dilaksanakan dalam 3 babak yang dimulai dari tanggal 5-7 Agustus 2025. Di setiap babak terdapat asatidz yang akan menyampaikan materi tentang kepesantrenan.
Di babak kedua kali ini, Bapak Pimpinan Pondok Al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menjelaskan kepada seluruh hadirin beberapa hal tentang pondok pesantren.
1. Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember bukanlah sekedar tempat tinggal. Pondok bukan hotel, yang mana para santri dapat tinggal dengan seenaknya, ingin ini itu hanya memanggil room service staff, lapar sudah disiapkan makan, kotor minta jongos untuk membersihkan. Pondok juga bukan internaat, terlalu kaku dan ketat. Pondok pesantren berada ditengah-tengah santri diberi kebebasan tapi tetap berdisiplin. Di sini, mereka dilatih mandiri tapi juga diarahkan. Intinya, bukan hanya sekedar tempat tinggal, tapi juga tempat pembentukan karakter santri agar seimbang.
2. Baitul Arqom Jember memiliki beberapa tujuan, :
a. Tidak berpartai
Bukan berarti Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember cuek akan politik. Tapi menjaga kemandiriannya agar tidak terikat akan kepentingan partai dan golongan tertentu. Tujuannya adalah agar tetap berfokus pada pendidikan, dakwah dan pembinaan umat.
b. Kemasyarakatan
Bukan hanya mendidik untuk dirinya sendiri, Pesantren Baitul Arqom Jember juga mendidik para santrinya agar bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat dan dapat bermanfaat bagi ummat.
c. Ibadah tholabul ilmi
Di pesantren, menuntut ilmu tidak hanya dipandang sebagai kegiatan belajar biasa, melainkan ibadah. Sehingga ilmu yang didapat bisa membawa berkah dan manfaat serta mendekatkan diri pada Allah SWT.
3. Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember merupakan miniatur masyarakat. Mau mencari orang baik? Ada. Mau mencari yang kurang baik? Juga ada. Disini, santri dididik untuk saling tolong menolong, menghormati yang tua dan menghargai yang muda, hingga menghadapi perbedaan pendapat. Sehingga santri disiapkan untuk menghadapi realita bermasyarakat.
4. Belajar di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember memerlukan proses. Ada beberapa tahap:
a. Tahap awal (kelas 1-3)
Santri belajar dari mengikuti tata tertib, kegiatan dan arahan dari asatidz dan ustadzat serta pembimbing tanpa banyak bertanya. Tujuannya, mereka dapat menyesuaikan diri dengan pola hidup pesantren.
b. Tahap lanjut (kelas 4 ke atas)
Santri diharapkan mulai aktif bertanya, mengomentari dan memahami alasan dibalik terbentuknya aturan serta pelajaran. Ini akan melatih cara berfikir kritis.
Semua proses ini harus ditemani dengan literasi yang baik. Belajar tidak hanya mendengar dan melihat, tapi juga harus banyak membaca agar memiliki pemahaman yang kuat.
Pada akhirnya, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember bukan hanya sebagai tempat menuntut ilmu, tapi juga sebagai wadah pembentukan karakter. Melalui nilai-nilai kepesantrenan, santri dipersiapkan untuk berkiprah ditengah masyarakat. Dan semua ini diniatkan lillahi ta’ala agar setiap langkah dapat menjadi ibadah untuk mendapatkan ridho Allah SWT. (Ns/*)







