Hari Pahlawan: Sejarah Tanggal 10 November

0
525
KH. Masykur Abdul Mu'id
KH. Masykur Abdul Mu'id

Jember- Pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pahlawan merupakan sosok pemberani yang rela berkorban demi suatu kebenaran, karena kegigihannya dalam memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Awal mula bangsa Indonesia memperingati hari ini pada tahun 1959 berdasarkan Keputusan Presiden No. 316 tahun 1959.  Dalam sejarah peristiwa ini tidak hanya bertujuan untuk mengenang akan tetapi juga sebagai pengingat pentingnya nilai-nilai perjuangan.

Adapun sejarah peringatan Hari Pahlawan ini berawal dari pertempuran heroik di Surabaya. Pertempuran yang terjadi antara para pejuang Indonesia dengan pasukan Britania Raya (sekutu) yang dipimpin Inggris dan Belanda (NICA) yang ingin menguasai Indonesia. Berdasarkan karya ilmiah yang berjudul Peristiwa-Peristiwa Penting yang Melatarbelakangi Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Terdapat kisah yang melatarbelakangi peristiwa 10 November ini. 

Pada masa Pasca Proklamasi kemerdekaan Indonesia, tentara Inggris mendarat di Jakarta, lalu di Surabaya pada 25 Oktober 1945. Terdapat beberapa alasan yang melatar belakangi pasukan sekutu kembali ke Indonesia, yaitu ingin membebaskan para tawanan yang ditahan oleh Jepang. Sekaligus ingin mengembalikan Indonesia kepada sistem administrasi Belanda sebagai negeri jajahan Hindia-Belanda. Maka, hal inilah yang memicu bangsa Indonesia melakukan perlawanan terhadap Inggris dan Belanda. 

Salah satu peristiwa yang memicu pertempuran tersebut juga berasal dari  insiden di Hotel Yamato pada 27 Oktober 1945. Kala itu, tentara Belanda yang ditempatkan di Hotel Yamato (sekarang Hotel Majapahit) mengibarkan bendera Belanda.

Baca Juga :  KERJA BAKTI: Pondokku Bersih, Pondokku Sehat

Tindakan ini berhasil menyulut emosi rakyat Surabaya yang merasa bahwa pengibaran bendera tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap kemerdekaan Indonesia.Pada akhirnya, pemuda Surabaya pun menaiki hotel lalu merobek bagian warna biru dari bendera tersebut.  Sehingga hanya tersisa warnamerah putih, sebagail bendera Indonesia.

Ternyata, puncak dari perlawanan  ini yaitu pada tanggal 30 Oktober di Surabaya, ketika Brigadir Jenderal Mallaby tewas pada peristiwa baku tembak. Hal ini membakar emosi Inggris. Sehingga mengeluarkan ultimatum oleh Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh pada tanggal 10 November 1945. 

Isi dari ultimatum tersebut adalah bangsa Indonesia harus menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan kepada Inggris dan Belanda. Namun, hal ini tidak menghentikan maupun menurunkan perjuangan masyarakat Surabaya. Maka, masyarakat Surabaya mengumpulkan massa untuk melawan tentara sekutu demi menegakkan kemerdekaan Indonesia. Sehingga terjadi pertempuran besar selama tiga minggu dan mengakibatkan banyak pahlawan yang gugur. Akhirnya, sebagai wujud penghargaan atas jasa para pahlawan Ir. Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. 

Berdasarkan kisah di atas, manfaat yang didapat bagi para pemuda pada zaman sekarang adalah dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan persatuan yang kuat. Sebab, nilai-nilai yang terkandung dari kisah para pahlawan berdasarkan nilai patriotisme dan nasionalisme. Tak hanya itu, terdapat beberapa makna yang tercipta dari peringatan tersebut, diantaranya adalah: 

  1. Sebagai bentuk penghormatan dan lenghargaan bagi para pahlawan
  2. Menjaga semangat nasionalisme
  3. Dapat meningkatkan prestasi generasi muda
  4. Menghargai kemerdekaan 
  5. Meningkatkan keberanian dan rasa pantang menyerah
  6. Meningkatkan semangat memajukan bangsa
  7. Penguatan jati diri dan identitas bangsa
  8. Pengingat akan persatuan dan kesatuan
Baca Juga :  Sholat dan Do'a: Keterkaitan yang Tak Terpisahkan

Di dunia pendidikan, guru-guru kita, para Kiai kita yang telah gugur juga merupakan pahlawan yang besar jasanya terhadap perkembangan peradaban bangsa dan perbaikan akhlak generasi kita. Bapak Pimpinan Pondok terdahulu (alm) KH. Masykur Abdul Mu’id, LML pernah menyatakan bahkan, seorang santri yang sedang belajar menimba ilmu agama sedangkan ia meninggal, maka ia gugur sebagai pahlawan dalam perjuangan membela dan memperjuangkan agama Islam. Berbagai sifat adiluhur para pahlawan ini dapat menjadi sebuah contoh bagi para generasi muda. Peringatan ini dapat mengingatkan kita akan semangat perjuangan para pahlawan untuk mempertahankan lemerdekaan. Sehingga diharapkan para pemuda dapat menjaga kemerdekaan dan berani untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. (Rb)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here