Jember- Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter tentu memiliki banyak kegiatan positif. Salah satunya adalah mengikuti organisasi. Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, mengikuti organisasi menjadi kewajiban seluruh santri dan santriwati kelas 5. Sebab, masa tersebut merupakan waktu yang tepat bagi para santri untuk memperkuat karakter serta membentuk pribadi yang lebih tangguh.
Tak sedikit santri yang merasakan perubahan setelah aktif mengikuti organisasi ini. Bagi mereka, organisasi telah memberikan banyak pembelajaran berharga serta pengalaman yang bermanfaat untuk masa depan. Adapun tujuh manfaat mengikuti organisasi tersebut adalah sebagai berikut.
Manfaat pertama adalah membentuk jiwa kepemimpinan. Dalam organisasi, santri diajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang bertanggung jawab melalui kemampuan menjalankan amanah dengan baik, mengambil keputusan secara tepat, menyelesaikan permasalahan dengan bijak, serta mengatur seluruh anggota dengan adil.
Kedua, melatih keterampilan berbicara di depan umum. Dalam upaya membangun organisasi yang baik, para pengurus akan mengadakan rapat setiap pekan sebagai bentuk evaluasi sekaligus sarana menyampaikan pendapat. Melalui kegiatan ini, santri akan didorong untuk berani berbicara dan menyampaikan gagasan di depan orang banyak, sehingga kemampuan berbicara semakin terasah dan rasa percaya diri pun meningkat.
Ketiga, meningkatkan jiwa kebersamaan. Kegiatan keorganisasian tak lepas dari kerjasama. Setiap program yang dijalankan membutuhkan kekompakan antaranggota. Oleh karena itu, para santri akan dilatih menghargai pendapat, saling tolong menolong, dan tidak mudah tersinggung.
Keempat, melatih kemampuan manajemen waktu. Di samping mengelola organisasi, santri juga harus tetap menjalankan kewajiban belajar dan beribadah. Oleh sebab itu, santri harus mampu mengatur waktu dengan baik agar seluruh tanggung jawabnya dapat terlaksana secara seimbang dan teratur.
Kelima, membentuk karakter yang tangguh. Dalam menjalankan sebuah program, tentu akan ada berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi. Melalui hal tersebut, santri dilatih menjadi pribadi yang sabar, tegar, serta pantang menyerah dalam menghadapi segala kesulitan.
Keenam, memperkuat sikap tanggung jawab. Setiap pengurus tentu mengemban amanah yang berbeda-beda. Mereka dituntut untuk mampu menjalankan seluruh tugasnya dengan baik. Dengan demikian, sikap tanggung jawab para anggota dapat semakin terbentuk dan meningkat.
Terakhir, memperluas hubungan serta meningkatkan kemampuan bersosialisasi. Dengan menjadi pengurus organisasi, santri akan lebih banyak berinteraksi dengan civitas pesantren sehingga mereka akan lebih mudah dikenal. Tak hanya itu, mereka juga mampu mengasah keterampilan berkomunikasi dan bersosialisasi dengan baik.
Akhirnya, mengikuti organisasi bukan hanya sekadar menambah pengalaman, melainkan juga menjadi sarana pembentukan karakter yang bermanfaat dalam meraih masa depan yang cerah. Semoga para santri semakin semangat dalam berorganisasi serta mampu meningkatkan kualitas diri dan kemajuan organisasi.(Al/*)









