Home Galeri HARUS YAKIN! Setiap Kesulitan Pasti ada Kemudahan

HARUS YAKIN! Setiap Kesulitan Pasti ada Kemudahan

0
195

Jember- Setiap orang pasti mengalami masa-masa sulit dalam hidupnya. Siapapun Ia, berapapun hartanya, setinggi apapun pangkatnya, dimanapun ia berada, pasti pernah menghadapi yang namanya musibah. Terkadang ketika menghadapi suatu masalah, manusia akan merasa marah, gelisah, stres, bahkan putus asa. Hal ini dapat terjadi apabila manusia kurang berhusnudzon kepada Allah dan kurang memahami tentang hakikat takdir. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat al-baqarah ayat 286 yang berbunyi:

لَا يُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Artinya:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah memberikan cobaan sesuai dengan kadar kemampuan. Apabila seseorang diuji, maka ia memiliki kapasitas untuk menghadapinya.

Dunia memang Allah ciptakan sebagai medan ujian bagi hamba-Nya. Sehingga, setiap peristiwa yang terjadi baik itu berupa kenikmatan maupun kesulitan pasti memiliki hikmah dibaliknya. Musibah bukanlah tanda Allah membenci seseorang, melainkan sebuah proses pendewasaan iman dan bentuk tanda kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Hal ini dikuatkan dengan surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang berbunyi:

فَإِنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْرًاۙ إِنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْرًا

Artinya:
“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Allah mengatakan “bersama kesulitan ada kemudahan” bukan “setelah kesulitan ada kemudahan”. Hal ini menunjukkan bahwa segala kesulitan yang kita hadapi memiliki jalan keluarnya, walaupun tidak kita ketahui secara langsung. Menurut Ibnu Katsir, satu kesulitan tidak dapat mengalahkan dua kemudahan. Dalam konteks ayat ini, al-‘usr (kesulitan) disebutkan dalam bentuk ma’rifah yang artinya secara khusus atau tertentu. Sedangkan yusro (kemudahan) disebutkan menggunakan bentuk nakirah yang mana artinya secara umum atau meluas.

Baca Juga :  Terbaik! Santriwati Jago Jadi Presenter Internasional

Imam Jalaluddin As-Sayuthi dalam Lubab An-Nuqul fi Asbab An-Nuzul menyebutkan bahwa asbabun nuzul dari turunnya surat al-Insyirah ini sebagai penghibur dan penguat bagi Rasulullah ketika mendapat hinaan dan olokan dari kaum kafir Quraisy saat berdakwah di Mekkah.

Namun terkadang, banyak orang salah memaknai ayat ini. Mereka mengira bahwa kemudahan yang didapat selalu dalam bentuk materi atau perubahan keadaan secara instan. Banyak orang kecewa ketika mendapatkan sesuatu tidak sesuai dengan harapan. Padahal kemudahan yang dimaksud itu bukan hanya sebatas materi, tetapi juga pada ketenangan hati ketika menghadapi musibah.

Kemudahan yang didapat bisa berupa ketenangan hati. Dengan hati yang tenang, seseorang dapat mengevaluasi diri, memperbaiki kesalahan, lalu berusaha untuk keluar dari kesulitan. Inilah bentuk tawakkal, berserah diri kepada Allah setelah berusaha sebaik mungkin.

Nilai inilah yang ditanamkan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember kepada seluruh santrinya. Santri dibina untuk tidak mudah menyerah ketika mendapat musibah, baik dalam pertemanan, belajar, menghafal, dll. Mereka dibiasakan untuk bersabar, berdoa, dan berusaha mencari solusi. Sehingga lahirlah pribadi yang tidak gampang berputus asa dan tangguh dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga :  PARADE NUSANTARA: Kreativitas Santriwati yang Tanpa Batas

Dengan demikian, harus kita yakini bahwa setiap kesulitan yang dihadapi pasti ada kemudahan yang menemani. Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka berusaha mengubahnya keadaan mereka sendiri. Semoga, Allah selalu memberi kita kelapangan hati dan kekuatan agar selalu menerima semua takdir dan membimbing kita menuju kemudahan yang diridhai-Nya.(Ns/Qr)

Referensi:
1. El-Syafa, Ahmad Zacky. 2011. Rahasia Agar Panjang Umur Dan Selalu Ditolong Allah. Yogyakarta: Mutiara Media.
2. Farida, Yuli. 2011. Dahsyatnya Surat Alam Nasyrah. Yogyakarta: Mutiara Media.

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here