Home Catatan Hikmah di Balik Kisah Nabi Yunus yang Perlu Kita Teladani

Hikmah di Balik Kisah Nabi Yunus yang Perlu Kita Teladani

0
14

Jember- Setiap manusia pasti tidak terlepas dari yang namanya cobaan. Ada yang sering tertimpa cobaan, ada yang belum pernah merasakannya, ada yang cobaannya ringan, dan ada pula yang cobaannya berat. Semua itu merupakan bentuk ujian dari Allah SWT, untuk melihat seberapa besar kesabaran dan keikhlasan hamba-Nya.

Tak hanya manusia, para nabi pun juga pernah menghadapi cobaan atau ujian tersebut, bahkan lebih berat daripada manusia pada umumnya. Salah satu contohnya adalah Nabi Yunus. Ketika berdakwah, beliau harus menghadapi kaum-kaum Ninawa, yang mana mereka tidak mau menghiraukan ajakannya. Hingga akhirnya, beliau mencapai puncak kemarahan, kemudian pergi meninggalkan mereka dengan menaiki perahu.

Di tengah perjalanan, kapal yang beliau naiki ternyata mengalami kelebihan beban, sehingga harus mengorbankan satu penumpang. Atas kesepakatan bersama, mereka mengundi nama penumpang yang akan dilempar ke laut. Alhasil, nama Nabi Yunus yang keluar dalam undian tersebut. Maka dengan berat hati beliau menuruti keputusan itu.

Tak lama sebelum beliau dijatuhkan ke dalam laut, Allah SWT mengutus ikan paus untuk menghampiri dan menelan-Nya. Selama di dalam perut paus, beliau benar-benar berada dalam kegelapan dan kesempitan. Beliau pun merasa bersalah dan menyesal karena telah meninggalkan kaumnya, kemudian berdo’a sebagaimana yang termaktub dalam ayat suci Al-Qur’an yang berbunyi:

Baca Juga :  Manajemen Homesick di Pondok Pesantren

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: “(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS. Al-Anbiya’: 87)

Setelah mendengar do’a tersebut, Allah SWT memutuskan untuk mengampuni Nabi Yunus, lalu mengeluarkan-Nya dari dalam perut paus.

Kisah tersebut mengajarkan kepada kita betapa pentingnya kesabaran dan ketaatan kepada Allah SWT. Seberat apa pun cobaan yang Allah berikan, kita harus yakin bahwa setiap kesulitan pasti akan selalu ada jalan keluar jika kita mau berusaha, bertawakkal, dan tidak putus asa.

Selaras dengan hal tersebut, kehidupan di pesantren tentu juga tidak lepas dari berbagai cobaan, baik cobaan dalam pertemanan, hafalan yang menumpuk, maupun terkena laporan jasus. Oleh karena itu, sejatinya hidup di pesantren bukan hanya tentang pelajaran akademik, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Di sinilan para santri dituntut untuk bersabar, berusaha, dan juga bertawakkal kepada Allah SWT sebagaimana yang dicontohkan dalam kisah Nabi Yunus.

Baca Juga :  Praktek Ujian Mengajar Bagi Siswa Akhir Kelas Enam MMI

Semoga kisah ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa bersabar, terus berusaha, dan tidak pernah putus harapan kepada Allah SWT dalam menghadapi setiap cobaan dan kesulitan. (Al/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here