Ratib Al-Haddad: Rahasia Ketenangan Hati dalam Amalan Santri

    0
    30

    Jember- Pernahkah kalian mendengar istilah Ratib Al-Hadad? Ratib Al-Hadad merupakan kumpulan do’a, dzikir, dan beberapa ayat Al-Qur’an yang disusun oleh Habib Abdullah A-Hadad. Wirid ini sangat populer dan sering diamalkan oleh kalangan umat muslim, termasuk di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember.

    Sekilas tentang Habib Abdullah Al-Hadad, beliau adalah seorang ulama’ di bidang Fikh dan aqidah asy’ariyah yang berasal dari Yaman. Uniknya, beliau memiliki hubungan nasab dengan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Sayyidina Husein bin Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra.

    Tahun 1071 H/1659 M merupakan awal mula disusunnya Ratib Al-Hadad. Pada saat itu, para tokoh Hadramaut merasa khawatir atas datangnya golongan Syi’ah Zaidiyah ke wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan masyarakat awam yang sebelumnya memegang teguh pada ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah akan beralih kepada ajaran Syi’ah Zaidiyah. Oleh sebab itu, para tokoh-tokoh meminta kepada Habib Abdullah Al-Hadad agar menyusun do’a untuk mengatasi rasa ketakutannya. Berdasarkan permintaan tersebut, beliau kemudian menuliskan Ratib Al-Haddad.

    Baca Juga :  UTS: Ujian Latihan Santri Sebelum Ujian Tahriri Dilaksanakan

    Mulanya, Ratib Al-Hadad hanya dapat ditemukan di beberapa masjid tertentu. Namun, seiring berjalannya waktu, bacaan tersebut mulai tersebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Banyak sekali keutamaan yang dapat diperoleh dari membaca Ratib Al-Hadad ini, terlebih lagi jika diamalkan secara istiqamah. Bacaan ini dipercaya mampu memberikan perlindungan dari berbagai hal yang membahayakan, mendatangkan rezeki dan keberkahan yang berlimpah, menumbuhkan ketenangan jiwa, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

    Adapun waktu terbaik untuk membaca Ratib Al-Hadad adalah setelah sholat maghrib. Melihat banyaknya keutamaan yang dapat diperoleh dari membaca Ratib Al-Hadad, maka Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mengajak para santri untuk turut serta mengamalkan wirid tersebut. Khususnya setiap rabu malam kamis, setelah sholat maghrib seluruh santri diwajibkan membaca Ratib Al-Hadad. Sementara itu, Bagian ta’mir masjid bertugas mengoordinasikan pembagian buku cetakan Ratib Al-Hadad bagi santri yang belum memilikinya.

    Semoga dengan membaca Ratib Al-Hadad secara rutin, para santri dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta membawa keberkahan bagi diri sendiri dan lingkungan pondok pesantren(Al/Qr)

    Baca Juga :  PASELBA, Elitnya Pasukan Pramuka Baitul Arqom!
    PENDAFTARAN SANTRI BARU

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here