Home Catatan Muslimah Wajib Tahu: Haid Bukan Penghalang Ibadah

Muslimah Wajib Tahu: Haid Bukan Penghalang Ibadah

0
155

Jember- Menurut syariat, wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah shalat, puasa, dan lain-lain. Dengan begitu, apakah seorang perempuan akan kehilangan kesempatan untuk beribadah? Apalagi ketika datang bulan suci Ramadhan, apakah ia tidak mendapatkan keistimewaan dari bulan tersebut?

Allah menetapkan haid masuk kedalam udzur syar’i, sehingga meninggalkan shalat dan puasa ketika sedang haid adalah sebuah bentuk ketaatan. Rasulullah SAW bersabda,

أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَ لَمْ تَصُمْ؟

Artinya:
“Bukankah ketika ia haid, ia tidak shalat dan tidak puasa?” (HR. Bukhori)

Imam An-Nawawi menerangkan terkait hadis ini bahwa meninggalkan shalat dan puasa bagi wanita yang haid adalah suatu kewajiban. Apabila mereka tetap melaksanakannya, maka ibadah yang dilakukan bernilai tidak sah karena bertentangan dengan syariat.

Tapi, hal tersebut bukan berarti menjadi tameng untuk berhenti menjalani seluruh ibadah. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaif Al-Ma’arif menjelaskan bahwa jalan kebaikan pada bulan Ramadhan sangat luas. Setiap amalan akan bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah SWT.

Baca Juga :  JADILAH GURU! GURU DI SEGALA BIDANG

Berikut 5 amalan yang bisa dilakukan oleh wanita dalam keadaan haid di bulan Ramadhan.

1. Berdzikir

Dzikir adalah ibadah hati dan lisan yang tidak terhalang oleh haid. Wanita dalam keadaan haid dapat memperbanyak bacaan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan berdoa.

2. Membaca al-Qur’an (tanpa menyentuh)

Sebagian ulama berpendapat bahwa wanita dalam keadaan haid dapat membaca al-Qur’an melalui hafalan yang dimiliki ataupun melalui Qur’an digital

3. Bersedekah

Sedekah merupakan ibadah yang sangat dianjurkan di bulan suci ini, seperti memberi makan orang yang berpuasa, tersenyum kepada orang lain, dll.

4. Menintut ilmu

Membaca buku agama, mendengarkan tausiyah, maupun mengikuti kajian baik offline maupun online sangat dianjurkan agar dapat menambah wawasan keagamaan.

5. Membantu orang lain.

Menyiapkan makanan untuk berbuka, santunan anak yatim, membantu urusan orang lain dapat bernilai ibadah apabila diniatkan lillahi ta’ala.

Amalan-amalan ini ditanamkan oleh Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember kepada seluruh santriwati. Setiap hari, santriwati dibiasakan untuk membaca dzikir, menuntut ilmu, serta saling membantu. Hal ini memberi pemahaman kepada mereka bahwa haid bukanlah penghalang ibadah, sehingga mereka tetap dapat mengejar pahala dalam keadaan haid sekalipun.

Baca Juga :  Drumband: Mengasah Kreativitas dan Membentuk Solidaritas

Semoga dengan pembiasaan ini dapat menjadikan seluruh santriwati dan muslimah dapat menjalani bulan Ramadhan walaupun dalam keadaan haid. (Ns/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here