Home Terkini PORSENI: Ajang Membentuk Karakter yang Unggul

PORSENI: Ajang Membentuk Karakter yang Unggul

0
318

Jember- Di saat matahari mulai menyingsing, para santri pun mempersiapkan dirinya masing-masing untuk bergegas menuju ke lapangan. Hari itu, tepatnya pada tanggal 8 Agustus 2025, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember menggelar acara yang sudah menjadi sunnah pondok pada setiap tahunnya, yakni PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni).

Acara ini bertujuan untuk dapat menggugah gairah para santri dan santriwati, sehingga kreativitas yang mereka miliki dapat berkembang. Dengan begitu, tingkat pemuda pasif dapat diminimalisir karena sesungguhnya disetiap pergerakan yang kita lakukan terdapat keberkahan yang mengiringi. Seperti kata pepatah:

تَحَرَّكْ فَإِنَّ فِي الْحَرَكَةِ بَرَكَةً

Yang artinya: “Bergeraklah! karena di dalam pergerakan ada barokahnya”.

PORSENI ini menjadi ajang yang dinanti-nanti. Sebab, selain untuk perlombaan juga menjadi wadah untuk meningkatkan potensi para santri. Pada umumnya kegiatan porseni mengkolaborasikan setiap bidang olahraga, diantaranya adalah: Bulu tangkis, voly, basket, futsal, dll. Di sisi lain, bidang kesenian juga dapat ditingkatkan, seperti: Seni beladiri, puisi, pidato, seni menggambar, kaligrafi, dll.

Baca Juga :  Agenda Motivasi Bahasa: “Tingkatkan Bahasa, Perbaiki Bahasa!”

Bidang olahraga dan seni mampu membentuk karakter individu bukan hanya sekedar teknis saja, melalui nilai-nilai yang melekat pada diri seseorang. Berikut adalah beberapa penjelasannya:
1. Meningkatkan kedisiplinan dan rasa tanggungjawab
Di dalam bidang olahraga, latihan yang teratur dan terjadwal serta olahraga yang memenuhi aturan dapat menunjukkan kedisiplinan seseorang. Sedangkan, di dalam bidang kesenian, kekonsistenan dalam menciptakan karya seni mampu mendidik rasa tanggungjawab terhadap hasil dan usaha.
2. Meningkatkan kualitas kerjasama dan jiwa sportif
Di dalam bidang olahraga, kerjasama diantara tim sangat dibutuhkan. Contohnya: kemampuan berkomunikasi, sikap saling menghargai, serta kelapangan dada ketika menerima kekalahan. Yang mana hal tersebut dapat menentukan kualitas tim mereka. Sedangkan, di dalam bidang seni, misalnya, dalam permainan musik, drama teater, pantomim, dll. Harmonisasi dan integrasi tim diperlukan untuk mencapai hasil yang memuaskan.
3. Mengasah kreasi dan inovasi
Di bidang olahraga, inovasi seseorang dapat membantu untuk mencari solusi suatu permasalahan yang dialami. Sedangkan, di bidang seni, sudah tampak jelas bahwasanya seni-seni seperti menggambar, melukis, membuat patung, membatik, dll. dapat mengasah kreativitas para peserta.
4. Membentuk rasa percaya diri
Di bidang olahraga maupun seni, kepercayaan diri seseorang dapat dibentuk. Karena, dikedua bidang tersebut para peserta dilatih untuk berani tampil di depan umum.

Baca Juga :  Peringatan 1 Muharrom

Suasana gegap gempita memenuhi kegiatan tersebut dan sorak sorai para peserta menandakan antusiasme mereka. Kegiatan ini juga melatih mereka untuk dapat meningkatkan mutu kerjasama diantara rekan timnya. Yang mana dapat memperkuat ukhwah islamiyyah.

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا

Artinya:“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai”. (Q.S Ali-Imron: 103)
Pada akhirnya, kita mengharapkan agar kegiatan porseni ini dapat selalu dilaksanakan pada tiap tahunnya, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bisa terlestarikan. (Al/*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here