Home Terkini Gaspol Boleh, Asal Tertib: Santri Baitul Arqom Belajar Safety Riding Bareng Ditlantas...

Gaspol Boleh, Asal Tertib: Santri Baitul Arqom Belajar Safety Riding Bareng Ditlantas Polda Jatim

0
399

Jember Dalam semangat membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara spiritual tapi juga peduli keselamatan, Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember berkolaborasi dengan Ditlantas Polda Jatim menggelar program Pesantren Peduli Safety Riding.

Acara ini bukan sekadar pelatihan teknis soal cara berkendara yang baik dan benar. Lebih dari itu, program ini menjadi pengingat penting bagi para santri: ilmu tanpa adab dan keterampilan bisa berujung celaka.

Tertib di Jalan, Cermin Tertib dalam Hidup

Dalam sambutannya, perwakilan dari Ditlantas Polda Jatim menyampaikan bahwa perilaku di jalan mencerminkan karakter seseorang. “Tertib berlalu lintas adalah bagian dari adab. Jika kita belajar tertib di jalan, insyaAllah kita juga akan belajar tertib dalam hidup,” tegasnya.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang menekankan akhlak, menjadikan kegiatan ini sangat relevan. Santri diajak menyadari bahwa hidup bukan sekadar cepat sampai, tapi bagaimana sampai dengan selamat, tanpa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Simulasi, Edukasi, dan Refleksi

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan santri ini, para peserta diberi edukasi seputar rambu lalu lintas, penggunaan helm yang benar, hingga cara menghindari kecelakaan di jalan. Selain itu, ditampilkan pula simulasi berkendara yang aman, yang langsung menarik perhatian santri dan asatidz.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Bagian dari Perintah Islam

“Baru kali ini saya tahu pentingnya menjaga jarak aman saat naik motor. Ternyata itu bagian dari adab juga,” ujar Aulia, santriwati kelas 5 yang mengikuti agenda Safety Riding pagi ini.

Santri Zaman Now: Melek Ilmu, Adab, dan Keterampilan Hidup

Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember menyadari bahwa pendidikan hari ini tidak cukup hanya dengan penguasaan ilmu agama. Santri harus dibekali life skills yang menyatu dengan nilai-nilai Islam, termasuk dalam urusan keselamatan di jalan raya.

“Safety riding ini bukan cuma tentang motor, tapi tentang tanggung jawab. Ini bagian dari syariat juga — jangan menyakiti diri sendiri dan orang lain,” ujar Al-Ustadz Muhammad Imaduddin, selaku Wakil Pengasuh Pondok Putra.

Lewat program ini, diharapkan para santri menjadi agen perubahan, memberi contoh berkendara yang santun di jalan. Karena sejatinya, adab di jalan sama pentingnya dengan adab di masjid.

“Ngebut boleh, asal di jalan yang benar. Tapi kalau ngebut tanpa aturan, bisa jadi bukan sampai lebih cepat, tapi malah tak pernah sampai”. (*)

Baca Juga :  Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Pondok Sambut Dengan Pembukaan Latihan Kepramukaan Santri
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here