Jember- Tajjamu’ secara harfiah berarti pertemuan atau kumpul bersama. Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mengadakan tajjamu’ sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah magrib ataupun sholat isya’. Kegiatan tersebut di hadiri oleh wali kelas, asisten wali kelas dan para santri-santriwati. Kegiatan tersebut dilakukan bergantian dari kelas 6 sampai kelas 1 yang bertepatan di auditorium ataupun di kelas masing-masing.
Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan oleh wali kelas setelah itu dilanjutkan untuk makan bersama, kemudian tahap yang paling penting yaitu sharing-sharing bersama-sama. Dalam kegiatan tersebut bisa menciptakan kebersamaan dan kekompakan yang lebih baik lagi. Acara ini bukan hanya sekedar memperbaiki kekompakan saja, melainkan Pondok Pesantren Baitul Arqom mengadakan acara tajjamu’ bertujuan untuk memberikan ruang bagi santri-santriwati untuk berbagi dan mengekspresikan apa yang ada di dalam hati mereka dengan cara menulis di kertas yang sudah disediakan. Kemudian dibahas bersama agar bisa mendapatkan jawaban ataupun solusinya, disisi lain wali kelas atau asisten wali kelas mencatat poin-poin sharing tersebut.
Acara ini dirancang sebagai platform untuk:
- Menyampaikan Masalah Pribadi
Dalam suasana yang penuh kehangatan, santri-santriwati dapat membuka diri mengenai permasalahan yang mereka hadapi, baik dalam studi maupun kehidupan sehari-hari. Diskusi ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan solusi dari teman-teman dan pembina.
2. Berbagi Pengalaman dan Pembelajaran
Santri-santriwati dapat mencurahkan pengalaman berharga selama menuntut ilmu di pesantren, yang dapat menginspirasi teman-teman lainnya. Hal ini memperkuat ikatan antar santri dan menciptakan komunitas yang saling mendukung.
3. Menyusun Rencana Pendidikan Masa Depan
Acara ini juga menjadi momen penting bagi santri untuk memikirkan langkah selanjutnya setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren. Diskusi tentang pilihan jenjang pendidikan, universitas, atau jurusan yang ingin diambil dapat membantu mereka untuk merumuskan rencana yang lebih jelas.
Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menguatkan kebersamaan dan kekompakan para santri–santriwati dalam menghadapi masalah, dalam belajar, bahkan bisa merencanakan pendidikan yang akan datang bersama-sama. Sehingga rasa tidak kerasannya para santri–santriwati berangsur hilang melalui kegiatan dan orang sekitarnya. Amiin ya rabbal aalamiin. (R²M/Qr).









