Home Terkini Organisasi Santri Baitul Arqom: Pilar Pembentuk Karakter

Organisasi Santri Baitul Arqom: Pilar Pembentuk Karakter

0
148

Jember-Organisasi Santri dan Santriwati Baitul Arqom (OSBA) bersama koordinator gerakan pramuka resmi membuka kegiatan Musyawarah Kerja (Muker) yang bertempat di Gedung Auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id (24/12/25). Kegiatan ini berlangsung sampai tanggal 28 Desember 2025. Ini merupakan langkah awal dalam menyusun arah kerja organisasi santri dan santriwati untuk satu periode kepengurusan kedepan.

Musyawarah kerja adalah forum resmi organisasi yang berfungsi sebagai wadah bermusyawarah, bertukar gagasan, serta mengambil keputusan bersama terkait program kerja. Muker dilaksanakan agar setiap kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar lahir dari proses musyawarah, bukan keputusan sepihak.

Dalam arahan pembukaan, Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I. menekankan pentingnya musyawarah sebagai dasar utama dalam berorganisasi. Menurut beliau, musyawarah bukan sekedar agenda rapat, tetapi proses untuk menyatukan pemahaman, menyelaraskan tujuan dan membangun tanggung jawab bersama.

Nilai musyawarah yang menjadi ruh Muker ini sejalan dengan ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam surah As-Syura ayat 38

Baca Juga :  PARADE NUSANTARA: Kreativitas Santriwati yang Tanpa Batas

…وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْ…

Artinya:
“…dan urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka… “
Ayat ini menegaskan bahwa musyawarah merupakan prinsip dasar dalam pengambilan keputusan bersama.

Pondok pesantren dapat dipahami sebagai tempat pembelajaran berorganisasi, di mana santri dilatih untuk menyampaikan pendapat dengan adab, mendengarkan pandangan orang lain, serta menerima keputusan hasil musyawarah dengan lapang dada dan penuh tanggung jawab.

Organisasi Santri Baitul Arqom merupakan salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren. Melalui berbagai aktivitas organisasi, santri tidak hanya belajar tentang kepemimpinan dan kerja sama, tetapi juga dilatih untuk menumbuhkan sikap amanah, tanggung jawab, disiplin, serta kepekaan sosial. Keterlibatan santri dalam organisasi ini menjadi ruang pembelajaran nyata yang melengkapi pendidikan akademik dan keagamaan, sehingga mampu mencetak santri yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan berakhlak mulia.

Terkait penyusunan program kerja, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menegaskan bahwa, “Muker tidak dinilai dari banyaknya program, tapi paham program, mampu menjalankan, mampu mengorganisasi, mampu mengevaluasi, dan mampu menganalisis kegagalan. Fokus pada eksekusi dan kualitas, bukan daftar panjang.”

Melalui Musyawarah Kerja ini, diharapkan seluruh pengurus OSBA dan koordinator gerakan pramuka Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mampu menghasilkan keputusan dan program kerja yang realistis, berkualitas, serta dapat dijalankan secara konsisten sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan sistem pondok(Ns/Al/Qr)

Baca Juga :  KH. M. Akrim Mariyat : "Pesantren Baitul Arqom Jember adalah Pesantren Alumni Gontor Pertama"
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here