Jember- Pada masa memasuki ujian seperti saat ini, seluruh santri dan santriwati lebih giat belajar untuk mengulang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Sebab mereka telah mempersiapkan jauh hari sebelum ujian berlangsung. Bahkan di setiap sudut Pondok Pesantren pasti terdapat santri yang belajar. Pemandangan semacam ini dapat menciptakan suasana yang lebih kondusif dan efektif. Akan tetapi terdapat pula santri dan santriwati yang mulai belajar pada saat menjelang ujian, bahkan ada yang menerapkan Sistem Kebut Semalam (SKS). Penerapan sistem seperti ini sangatlah tidak benar. Sebab pembelajaran materi tidak dapat terserap dengan baik dan menyebabkan kondisi badan menurun.
Tak hanya itu, terdapat pula beberapa santri dan santriwati yang salah niat dalam proses belajar. Seperti beranggapan bahwa belajar hanya untuk mendapatkan nilai yang bagus. Sehingga meninggalkan makna dari belajar tersebut. Biasanya, individu yang memiliki sifat seperti ini adalah individu yang selalu mengedepankan nilai dibandingkan proses pembelajaran tersebut. Akhirnya mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang baik. Misalnya menyontek pada saat ujian.
Pada hakikatnya, ujian bertujuan untuk mengukur kemampuan masing-masing santri dan santriwati dalam penyerapan suatu materi. Namun beberapa beranggapan bahwa ujian adalah tujuan akhir dari proses pembelajaran. Padahal, Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menuntut ilmu sepanjang hayat.
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. (HR. Muslim)
- Persiapan yang Matang
Persiapan dari jauh-jauh hari sebelum ujian merupakan kunci kesuksesan ujian. Berbeda dengan individu yang menyiapkan belajar mulai beberapa hari sebelum ujian. Perbedaan ini dapat dilihat, karena dengan persiapan yang matang para santri dan santriwati lebih tenang menghadapi ujian.
الامتحان يكرم المرء او يهان
Dengan ujian manusia bisa dimuliakan atau dihinakan
2. Pahami Format Ujian
Format ujian merupakan hal penting yang harus diperhatikan para santri dan santriwati ketika ujian berlangsung. Mengapa demikian? Karena dengan memahami format soal maka akan mempermudah dalam belajar, memahami dan menjawab. Sebagai contoh ujian berupa pilihan ganda, esai, lisan maupun kombinasi ketiganya. Sehingga para santri dan santriwati dapat menciptakan strategi yang lebih sesuai dengan format ujian tersebut.
3. Latihan Soal
Latihan soal dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan ketika menjawab soal ujian. Sebab dengan latihan soal kita dapat membiasakan diri untuk menjawab dan menghadapi berbagai macam tipe soal. Tak hanya itu soal adalah separuh ilmu.
4. Mengatur Waktu dengan Bijak
Sistem pengelolaan waktu yang baik dapat mempermudah santri dan santriwati dalam mempersiapkan dan memahami materi. Sehingga dengan pemahaman materi yang kuat penyerapan materi dapat menguasai pikiran santri dan santriwati. Terdapat satu tips belajar yang dapat menghindari rasa lelah dan penat, yakni teknik pomodoro. Salah satu contohnya adalah setiap setelah 30 menit belajar luangkan waktu selama 5 menit untuk istirahat sejenak. Kemudian melanjutkan belajar kembali.
5. Percaya Diri
Ternyata tak hanya proses belajar yang penting dalam menghadapi ujian. Akan tetapi terdapat satu hal yang tak kalah penting yaitu percaya diri. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan santri dan santriwati dalam menghadapi ujian. Sehingga tidak merasa insecure dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
6. Tetap Tenang dan Berfikir Positif
Ketika ujian sudah ada di depan mata. Janganlah panik dan khawatir. Ingatlah ujian bukanlah akhir dari segalanya. Kita harus tetap berusaha untuk menenangkan hati dan pikiran. Hal ini akan meningkatkan ketajaman pikiran dan ingatan. Sebab apabila hati tidak dapat terkontrol dengan baik maka demikian pula dengan pikiran.
Ujian memang bukanlah tujuan akhir dari proses pembelajaran. Akan tetapi bertujuan untuk mengukur kadar kemampuan dan pemahaman materi. Hal ini dapat dilalui dengan persiapan yang baik, strategi yang tepat dan kondisi fisik yang sehat. Tetaplah memegang teguh bahwa proses tidak akan menghianati hasil. (Rb/Qr)







