Jember- Dua santri Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember berhasil membawa pulang medali setelah mengikuti ajang OLIMNUS Islamic yang diselenggarakan bersama HMPS PAI UIN Sunan Kalijaga. Pencapaian tersebut diraih oleh Ahmad Syafiq Syarif Hibrizi, santri kelas 2 Madrasatul Muallimin, yang berhasil meraih medali emas, serta Ahmad Nidzom Akbar Alhusaini, santri kelas 6, yang memperoleh medali perunggu. Keduanya berhasil mengharumkan nama pesantren melalui kompetisi tingkat nasional tersebut.
Bagi Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, kedua prestasi tersebut bukan sekadar tambahan dalam daftar pencapaian. Dua medali yang diraih menjadi bukti bahwa masih terdapat ruang bagi para santri untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan, sekaligus menguji hasil dari berbagai proses pembelajaran yang mereka lalui selama berada di lingkungan lembaga pendidikan melalui kompetisi di tingkat yang lebih luas.
Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa keberlangsungan pendidikan di pondok pesantren tidak hanya berfokus pada pembelajaran sehari-hari ataupun terbatas pada kurikulum yang berlaku di dalam kelas. Di balik lingkungan pesantren, terdapat berbagai bentuk pembinaan yang mendorong para santri untuk berani mengembangkan potensi diri dan membawanya hingga ke luar lingkungan pondok.
Prestasi yang diraih Syafiq dan Nidzom menjadi salah satu gambaran dari proses tersebut. Medali emas dan perunggu yang berhasil dibawa pulang menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh santri dapat menjadi bekal bagi mereka untuk berkompetisi serta meraih prestasi, baik di tingkat nasional maupun pada jenjang yang lebih tinggi.
Bagi kedua santri tersebut, keberhasilan yang diraih tentu menyimpan pengalaman tersendiri. Selain membawa pulang medali, mereka juga mendapatkan pengalaman mengikuti kompetisi berskala nasional dan kesempatan untuk mengukur kemampuan di antara peserta yang mewakili berbagai lembaga pendidikan.
Keikutsertaan dalam kompetisi tersebut juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk memperluas pengalaman di luar lingkungan pesantren. Bertemu dengan peserta dari berbagai lembaga pendidikan membuat mereka dapat melihat kemampuan dan persiapan yang dimiliki oleh santri dari tempat lain. Hal ini menjadi pengalaman yang berharga karena proses berkompetisi tidak hanya mengajarkan bagaimana memperoleh kemenangan, tetapi juga bagaimana menghadapi tantangan dan menerima hasil yang diperoleh dengan baik.
Dari pengalaman tersebut, para santri dapat belajar untuk terus mengevaluasi kemampuan diri serta memperbaiki kekurangan yang masih dimiliki. Dengan demikian, sebuah kompetisi tidak hanya menjadi tempat untuk mengejar medali, tetapi juga menjadi ruang bagi santri untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar di masa mendatang.
Ada lagi santri atas nama Ahmad Khoirul Azzam, telah berhasil meraih kemenangan dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat dalam rangka Milad ke-99 Pencak Organisasi (PO) tahun 2026 sukses diselenggarakan di GOR Wira Bhakti, Kabupaten Lumajang, yang dilaksanakan pada tanggal 27–29 Agustus 2026. Dari prestasi ini menimbulkan rasa bangga didalam keluarga pesantren.
Didalam perlombaan tersebut, santri atas nama Ahmad Khoirul Azzam, dengan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam pencak silat dengan semangat yang membara dan turun kelapangan perlombaan dengan penuh percaya diri. Yang pada akhirnya berhasil meraih juara 3 Seni Solo Kreatif dan mendapat juara 1 Tanding Kelas G Pra Remaja. Berkat latihan yang tekun, berdisiplin, dan berkat dukungan dari pembina, ia mampu melawan para peserta dari berbagai sekolah dan pesantren di berbagai provinsi dan pada akhirnya menghasilkan hasil yang memuaskan.
Dibalik kemenangan itu semua tentunya ada banyak perjuangan yang menghabiskan banyak keringat. Ada waktu yang digunakan untuk latihan yang panjang dan berdisiplin. Dengan adanya waktu perjuangan itu sebagai bentuk usaha santri dalam melatih diri, mengasah kemampuan serta mempersiapkan mental bela diri dengan sebaik-baiknya.
Dengan adanya prestasi ini, membuktikan bahwa santri bisa dan mampu untuk mengembangkan bakat mereka di berbagai bidang profesi. Santri tidak hanya bisa membaca kitab dan menghafalnya, tetapi santri juga memiliki ruang untuk mengembangkan diri mereka. Bagi kehidupan santri, pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bertanding. Lebih dari itu, olahraga ini juga mengajarkan keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan sikap pantang menyerah.
Capaian ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dalam menggembleng santri yang tidak hanya lulus dengan bekal keilmuan, tetapi juga memiliki dorongan untuk berkembang, berkompetisi, dan mengukir prestasi. (Nr/Nd/*)









