Home Terkini Ujian Syafahi: Strategi Komunikasi dengan Bahasa Asing

Ujian Syafahi: Strategi Komunikasi dengan Bahasa Asing

0
529

Jember- Pada tanggal 28 April 2025 Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember melaksanakan Ujian Syafahi bagi santri dan santriwati kelas 6 Madrasatul Muallimin dan Mu’allimat Al-Islamiyah. Ujian ini dilaksanakan selama 11 hari, yang terdiri dari ujian Syafahi bahasa Arab, Inggris, dan Al-Quran. Adapun terdapat ketentuan jumlah penguji, yaitu 2 ustadz/ustadzah senior di setiap ruangan. Namun, untuk materi yang diuji di setiap bahasa berbeda, yakni:

    1. Bahasa Arab: Insya’ lisan, qiroah, dan nahwu
    2. Bahasa Inggris: Reading and conversation, grammar dan english lesson
    3. Al-Quran: Qiroatul Quran, tajwid, doa-doa harian dan hafalan juz 30

Pada saat pagi hari tepatnya setelah sholat subuh, para santri dan santriwati melakukan murajaah kembali pelajaran yang telah mereka pelajari sebelumnya. Kemudian, sebelum pukul 06.00 WIB mereka melaksanakan sarapan pagi dan bersiap menuju ruang ujian, sehingga pada pukul 07.00 WIB ujian pun dimulai. Ujian yang telah berlangsung ini menjadi momen penting bagi para santri dan santriwati untuk mengukur sejauh mana mereka menguasai materi yang telah diajarkan.

Semboyang ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian selalu mendasari keteguhan santri dan santriwati Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Berbagai ujian yang meliputi aspek, mulai dari ilmu agama hingga keterampilan berbahasa, diharapkan dapat mengasah kemampuan dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Tak lupa, materi ujian yang beragam dari bacaan Al-Quran, ibadah amaliyah hingga bahasa asing, menjadi tantangan tersendiri bagi para santri dan santriwati. Namun, dengan bekal ilmu dan latihan yang intensif, mereka mampu menghadapi ujian dengan percaya diri. Hal ini sejalan dengan visi pondok pesantren untuk mencetak generasi muslim yang berkualitas.

Baca Juga :  Wakil Pimpinan Pondok Hadiri Rapat Forum Pondok Muadalah Se-Indonesia

Biasanya, para santri memiliki beberapa strategi dalam menghadapi ujian syafahi, diantaranya adalah:

  1. Mempersiapkan Materi dengan Matang

Langkah pertama dalam persiapan materi adalah mengumpulkan semua bahan ajar yang relevan, seperti buku, catatan dan kitab. Tak lupa juga, pastikan semua informasi terbaru dan relevan sudah dikumpulkan agar tidak ada yang terlewat. Setelah mengumpulkan bahan ajar, buatlah ringkasan dari setiap topik yang akan diujikan. Namun, ringkasan ini harus mencakup poin penting, definisi, dan contoh yang relevan. Dengan memiliki ringkasan, mahasiswa dapat lebih mudah mengingat informasi saat ujian. Terakhir, diskusikan dengan teman sekelas atau dosen mengenai poin kritis yang sering muncul dalam ujian sebelumnya. Hal ini dapat memberikan gambaran tentang apa yang perlu difokuskan selama persiapan.

2. Latihan Berbicara

Latihan berbicara sangat penting dalam persiapan ujian lisan. Dalam simulasi ini, cobalah untuk menjawab pertanyaan seolah-olah sedang dalam situasi ujian. Selain itu, gunakanlah bantuan teknologi untuk merekam diri sendiri saat berlatih Berbicara. Dengan mendengarkan rekaman tersebut, santri dan santriwati dapat mengevaluasi intonasi, kecepatan bicara, serta kemampuan berbahasa. Namun, hal ini menjadi sulit jika diterapkan dii pesantren, karena terdapat aturan pesantren yang melarang penggunaan barang elektronik, tidak terkecuali perekam suara. Akan tetapi, seorang santri pun tidak kehabisan akal, mereka meminta temannya untuk menyimak dan mengevaluasi kemampuan berbicara yang mereka miliki. Hal ini dapat menciptakan satu nilai positif, yaitu kebersamaan.

Baca Juga :  Maklumat Tentang Pencegahan Covid-19

3. Pengelolaan Stress dan Kecemasan

Beberapa kasus mengungkapkan bahwa ujian lisan bisa menimbulkan stres dan kecemasan. Oleh karena itu, penting bagi santri dan santriwati untuk mempelajari teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga. Teknik-teknik ini dapat membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan fokus saat ujian. Tak hanya itu, olahraga lain pun juga dibutuhkan. Selanjutnya, kualitas tidur sangat berpengaruh terhadap kinerja akademik. Tak lupa para santri dan santriwati juga harus memastikan bahwa mereka memiliki waktu tidur yang cukup, sehingga pikiran tetap segar dan siap menghadapi tantangan.

Ujian syafahi merupakan ujian lisan yang diuji 2 orang penguji dari ustadz/ustadzah senior. Hal ini memiliki tujuan pembentukan mental dan kepercayaan diri yang kuat. Harapannya dengan adanya ujian ini, dapat meningkatkan kemampuan dan semangat belajar santri dan santriwati. (Rb/*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here