Balung – Selepas menghabiskan waktu untuk berlibur bersama keluarga akhirnya telah tiba saatnya para santri untuk kembali ke Pondok. Senyum penuh semangat menghiasi wajah-wajah para santri yang sudah siap kembali berjuang menuntut ilmu, melawan kebodohan.
Setelah berakhirnya semester pertama tahun ini, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh seluruh Dewan Pimpinan, dewan guru serta ustadzah pengabdian (17/07/23). Acara tersebut diadakan dalam rangka rapat koordinasi Kegiatan Belajar Mengajar di semester selanjutnya dan bertempat di gedung Auditorium.
Ada beberapa poin yang disampaikan oleh Bapak Pimpinan Pondok, al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I terkait dengan evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) semester lalu, antara lain:
- Kedisiplinan guru harus diterapkan selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung. Hal tersebut dilakukan dengan menyediakan format berupa buku absen untuk ustadz/ustadzah yang berhalangan hadir guna menghindari yang namanya zero class. Sehingga kelas tidak dibiarkan kosong begitu saja dan dapat digantikan dengan guru pengganti.
- Pondok Pesantren selain dimaknai sebagai tempat menimba ilmu juga menjadi rumah tarbiyah kehidupan bagi para santri. Lalu apakah setelah santri keluar dari pondok mereka akan melupakan jiwa-jiwa kepesantrenannya? Jawabannya adalah tidak. Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung mengamalkan serta menanamkan panca jiwa dalam keseharian santri, salah satunya ialah jiwa ukhuwah diniyyah. Hal tersebut dapat dilihat dalam skema para alumni yang masih berhubungan erat dengan keluarga Pondok, oleh karena itu sistem yang demikian harus dipertahankan dan dijaga agar tidak hilang.
- Kedudukan guru yang terkadang sering disalah artikan sebagai pelayan murid. Kenyataannya tugas guru adalah tugas yang mulia, dan tidak boleh didefinisikan hanya sebagai pelayan. Mengapa demikian? Karena mengajar merupakan salah satu cara bertaubatnya orang sholih.
Setelah disampaikannya POIN diatas, al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I berharap tatanan tersebut dapat berjalan dengan lancar dan menjadikan Kegiatan Belajar Mengajar semester selanjutnya lebih efektif, serta seluruh civitas dapat menjalankan kewajiban dengan semangat yang lebih baik..
Sistem yang berlaku di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember akan terus dikembangkan, agar tidak timbul masalah yang nantinya akan diwariskan ke generasi selanjutnya. Membangun pondok tidak hanya membangun fisiknya saja tapi juga nilai-nilai dan sistem didalamnya harus dijiwai dengan baik.
Semoga Pondok Pesantren Baitul Arqom dapat terus berkembang pesat mendidik kader-kader pemimpin umat yang unggul. Kemudian rapat siang itu ditutup dengan doa yang dipimpin oleh bapak wakil pengasuh Pondok putri al-Ustadz H. Ismat Syauqi, M.E.I.(Dgd/Ay/Qr)









