Jember- Pada tanggal 26 Mei 2025 suasana pagi di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember terasa begitu berbeda dari biasanya. Para santri akhir, baik putra maupun putri, tampak bersiap dengan semangat dan antusias, dikarenakan pada hari itu mereka melaksanakan Rihlah Iqtisodiyah. Rihlah iqtisodiyah ini merupakan program tahunan pesantren yang menjadi ajang pembelajar langsung dari dunia usaha di luar pesantren.
Kegiatan diawali dengan upacara pemberangkatan di depan gedung auditorium yang dipimpin langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Pesantren beserta jajaran dewan ustadz dan ustadzah pembimbing serta santri putra dan putri kelas 6. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar para santri mampu mengambil pelajaran berharga dari setiap tempat yang dikunjungi, serta memupuk semangat kemandirian ekonomi sejak dini.
Selepas kegiatan upacara, para santri putra dan putri sekaligus ustadz dan ustadzah pembimbing langsung bergegas ke tujuan masing-masing. Untuk rombongan santriwati atau siswi akhir memulai perjalanan ke Konveksi Baju UD Surabaya Jember. Di tempat tersebut mereka melihat langsung proses pembuatan pakaian mulai dari pemotongan kain, jahit, sablon baju hingga tahap finishing. Pemilik konveksi juga membagikan banyak tips usaha, mulai dari manajemen produksi hingga cara menghadapi tantangan pasar.
Setelah itu, para santriwati melanjutkan kunjungan ke PT Spesial (produksi kerupuk rambak), kerupuk rambak merupakan salah satu camilan tradisional khas Jember yang berbahan dasar kulit sapi. Proses pembuatannya cukup unik dan menarik, dimulai dari pencucian kulit, perebusan, penjemuran, hingga penggorengan.
Sementara itu, rombongan santri atau siswa akhir mengunjungi sebuah pabrik roti lokal yang terkenal di wilayah Jember. Aroma roti yang baru matang langsung menyambut kedatangan mereka. Para santri diajak melihat bagaimana proses produksi dalam skala besar yang diproses menggunakan alat-alat modern, dari adonan hingga pengemasan.
Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke perkebunan jambu dan perkebunan semangka. Di sana, para santri melihat langsung proses budidaya, perawatan tanaman, hingga teknik panen. Para petani juga menyampaikan tentang cara mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan Rihlah Iqtisodiyah ini bukan hanya tentang jalan-jalan atau kunjungan biasa, melainkan kegiatan tersebut adalah salah satu cara pondok untuk menanamkan nilai kemandirian, kerja keras, dan wawasan usaha kepada para santri-santriwati. Menjadi santri bukan penghalang untuk sukses di dunia usaha justru pelajaran yang kita dapat selama di pesantren seperti akhlak, kejujuran, dan kedisiplinan adalah modal utama dalam berbisnis.
Bersyukur bahwa agenda ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan. Para santri dan santriwati pulang dengan membawa banyak inspirasi dan motivasi sebagai bekal di masa depan kelak. Kami berharap dengan adanya inspirasi dan motivasi tersebut mereka bisa mengaplikasikan untuk masa depan mereka masing-masing. Amin, amin ya rabbal alamin. (R²M/*).







