Home Catatan Pesantren Di Jawa Timur dengan Pendidikan Karakter yang Kuat

Pesantren Di Jawa Timur dengan Pendidikan Karakter yang Kuat

0
14

Jember- Jika kita berbicara tentang “Pesantren“, sebelum itu kita perlu mengenal arti dari “Pesantren“. Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang menjadi tempat para santri belajar ilmu agama, membentuk akhlak, serta menjalani kehidupan dalam lingkungan yang menekankan nilai-nilai keislaman. Di pesantren, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti ibadah berjamaah, belajar, menjaga kebersihan, menghormati guru, disiplin, dan hidup bersama dengan sesama santri.

Di Jawa Timur, pesantren tumbuh dan berkembang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Pendidikan yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama. Dan peran pesantren didalam lingkungan masyarakat sangatlah penting, karena pesantren akan melahirkan para generasi muda berakhlak yang akan memberikan pengaruh positif yang besar bagi kehidupan masyarakat.

Di Jember sendiri, dimana merupakan kota ketiga terbesar di Jawa Timur, ada pondok alumni Gontor pertama dan tertua, yaitu Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung. Didirikan dan dikembangkan oleh (alm) KH. Masykur Abdul Mu’id, LML beserta istrinya Bu Nyai Hj. Shofiyah Masykur, pondok pesantren ini kini menjadi pusat peradaban Islam yang semakin dikenal baik dalam kancah nasional maupun internasional. Pondok turut menjaga tradisi penanaman akhlak dan pendidikan karakter demi mencetak generasi muslim unggul di masa depan yang tak hanya cerdas dan kritis berpikir, tapi juga benar-benar memahami ilmu agama.

Salah satu ciri khas dari pesantren adalah pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Santri tidak hanya mendapat pembelajaran didalam kelas, melainkan santri bisa mendapatkan pembelajaran melalui kegiatan-kegiatan yang ada diluar kelas. Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, para santri mendapatkan pembelajaran serta pendidikan karakter selama 24 jam. Dimulai dari bangun tidur, melaksanakan sholat 5 waktu tepat pada waktunya, membaca Al-Qur’an, kedisiplinan dalam mengantri, sehingga tidur lagi, santri akan mendapatkan pembelajaran serta pendidikan karakter.

Baca Juga :  CATAT! "You are What You Say"

Tak hanya itu, Salah satu nilai yang kuat dalam kehidupan pesantren adalah penghormatan kepada guru. Adab kepada guru menjadi bagian penting dalam proses mencari ilmu. Karena keberkahan dari ilmu yang santri dapatkan adalah dari ridho para guru yang ikhlas mengajarkan para santri. Santri diajarkan untuk memperhatikan cara berbicara, bersikap sopan, serta menghargai ilmu dan orang yang mengajarkannya. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama berada di pesantren, tetapi terbawa ketika santri berada di tengah masyarakat.

Kemandirian juga tumbuh melalui kehidupan sehari-hari. Mungkin ada beberapa santri yang dulunya tidak pernah mengatur segala hal nya sendiri, selalu bergantung pada orang tua, tidak pernah berpisah dengan orang tua dan yang lainnya. Namun dengan pembiasaan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari ini, dapat melatih santri untuk hidup mandiri, sehingga santri terbiasa mengatur waktu, menyelesaikan kewajiban, serta menghadapi berbagai persoalan tanpa selalu bergantung kepada keluarga. Proses tersebut membuat santri belajar bahwa setiap kebebasan selalu disertai dengan tanggung jawab.

Kehidupan bersama juga mengajarkan santri bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri. Mereka belajar bekerja sama, saling membantu, berbagi, dan menghargai perbedaan. Dan kebersamaan ini menjadikan mereka kuat antara satu dengan yang lain, sehingga mereka bagaikan saudara walaupun tak sedarah. Dan dari interaksi sederhana tersebut, tumbuh kepedulian sosial yang dapat menjadi bekal ketika santri kembali ke tengah masyarakat.
Allah SWT berfirman:

Baca Juga :  Apa Itu Shalawat? Jenis, Keutamaan, dan Contohnya dalam Kehidupan Santri

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra‘d: 11)

Ayat tersebut dapat menjadi pengingat bahwa perubahan dimulai dari diri sendiri. Pendidikan karakter di pesantren pun tidak berlangsung secara instant dan cepat tetapi membutuhkan proses panjang serta ikhtiar yang kuat, seperti: membiasakan hal-hal baik, belajar bertanggung jawab, memperbaiki kesalahan, dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Oleh karena itu, kekuatan pendidikan karakter di pesantren Jawa Timur tidak hanya terletak pada materi yang diajarkan, tetapi juga pada kebiasaan yang dibangun. Lingkungan, keteladanan pendidik, pembiasaan, kedisiplinan, kemandirian serta kehidupan bersama menjadi bagian dari proses panjang dalam membentuk kepribadian santri. Pada akhirnya, pesantren bukan hanya tempat seorang anak belajar menjadi pintar, tetapi juga tempat belajar menjadi manusia yang mampu membawa ilmunya dengan akhlak. Dari pesantren, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya mampu berbicara tentang kebaikan, tetapi juga mampu menghadirkannya dalam kehidupan dan mampu memberikan pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat serta ikut serta dalam membangun negeri menjadi negeri yang maju dan lebih baiknya.(Nr/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here