Mengapa Santri di Pondok Pesantren Tidak Diperbolehkan Membawa Gadget? 

0
123
Pesantren Jember
Pesantren Jember

Jember – Pondok Pesantren adalah salah satu unit lembaga pendidikan berbasis agama yang kini berperan besar dalam mengantar, membimbing dan mendidik anak bangsa ke pintu kesuksesan. Pondok Pesantren sendiri memiliki program kerja serta visi dan misi yang dicita-citakan. Maka dari itu, anak didik atau santri diharap mampu mengikuti dan mentaati peraturan serta tata tertib yang berlaku. Salah satunya ialah dilarangnya santri untuk membawa gadget ketika di pondok. Mengapa demikian? Bukankah gadget sangat penting pada zaman sekarang ini? Pada artikel di bawah ini akan ada beberapa poin pembahasan yang akan membahas terkait hal diatas, yaitu: Pondok Pesantren dan perkembangan zaman digital, pengaruh positif tidak diperbolehkannya membawa gadget ketika di pondok, alasan dilarangnya membawa android dan cara mengikuti perkembangan zaman yang ada. 

Pada zaman sekarang ini, siapa yang tak kenal gadget, internet dan jaringan semacamnya. Semua orang tau dan bahkan menggunakannya. Karena sekarang dunia telah mengalami perkembangan digital yang begitu pesat, yang mana gadget dan alat elektronik lainnya menjadi penting saat ini. Namun dalam hal lain, Pondok Pesantren tidak hidup ketergantungan dengan itu. Pondok Pesantren jauh dari hal-hal yang demikian. Bukan berarti pondok adalah tempat yang terbelakang atau ketinggalan zaman, tidak. Pondok Pesantren sendiri memfasilitasi komputer bagi santrinya yang ingin belajar, juga memberi wawasan ilmu seputar photography kepada anak anak yang berminat mempelajarinya.

Di Pondok Pesantren para santri tidak diperbolehkan membawa gadget dari rumah atau bahkan menyimpannya secara tersembunyi. Karena pondok memiliki program kerja yang bertujuan mendisiplinkan anak serta menjadikan santri pejuang ilmu yang baik. 

Dalam sebuah artikel dikutip, bahwa Jim Rohn mengatakan, “Disiplin adalah jembatan antara tujuan dan pencapaian”. Maka seharusnya kita terapkan disiplin dalam diri sejak dini. Salah satunya adalah dengan membiasakan diri tanpa hp dan mengikuti aturan-aturan pondok dengan baik. Dalam hal ini ada beberapa alasan yang melatarbelakangi dilarang nya santri membawa gadget. 

Alasan-alasan tersebut antara lain adalah:  

  1. Mengganggu kegiatan belajar santri, dengan adanya gadget anak akan malas bergerak atau melakukan sesuatu sehingga menghambat proses belajar anak. 
  2. Minimnya rasa solidaritas antar saudara, biasanya anak akan hilang rasa kepedulian terhadap sekitar ketika sudah dihadapkan dengan gadget. Lupa akan segalanya dan hanya fokus kepada handphone.    
  3. Mempengaruhi etika santri, dalam hal ini penggunaan gadget berlebihan juga tidak baik bagi kebiasaan. Dikhawatirkan akan mempengaruhi gaya hidup anak atau bahkan anak akan membiasakan diri dengan tontonan nya, lebih berbahaya lagi jika tontonan anak tanpa ada pengawasan dari orang dewasa. 
  4. Efek radiasi berpengaruh pada kesehatan, cahaya radiasi yang dihasilkan dari gadget dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan terutama untuk mata. Terkadang juga anak sampai lupa dan tidak bisa membagi waktu dikarenakan hal tersebut, waktu untuk makan, istirahat dan belajar habis terkuras hanya untuk bermain hp. 
  5. Rawan terjadinya tindak kejahatan, banyak sekali video-video kekerasan yang dan
  6. Santri akan lebih boros. Santri akan lebih boros dalam penggunaan serta pembelian kuota internet, atau bahkan santri melakukan belanja online, yang mana uang santri tidak terkelola dengan baik dan menjadi pribadi yang royalti. Dengan diterapkannya peraturan yang seperti itu, ada dampak positif yang bisa diambil. 

Dampak positifnya antara lain yaitu anak akan tumbuh produktif dan mampu mengelola sesuatu dengan baik dan sesuai kebutuhan serta bisa meningkatkan literasi pada santri, mengembangkan kemauan anak dalam berkehidupan di masyarakat, mengasah kecerdasan santri dalam mengontrol emosional dan membiasakan diri berkomunikasi dengan baik terhadap lingkungan. Lantas apakah santri tidak bisa mengejar ketertinggalan perkembangan digital yang semakin pesat di luar sana?

Tentu saja bisa, santri mampu memanfaatkan waktu nya pada hari libur untuk sekedar bermain hp, atau bahkan belajar menggunakan komputer dan laptop. Namun harus diingat, bahwa penggunaan gadget berlebihan tidak baik bagi kesehatan badan dan otak. Bahkan bisa jadi anak akan mengalami sindrom, atau merasa candu untuk terus bermain gadget. Hal tersebut telah dialami oleh beberapa anak diluar sana yang maniak akan game. Sehingga dirinya pun tak mampu mengontrol diri untuk tidak berhenti melakukan hal itu. 

Maka dari itu, santri diharapkan mampu menjadi pribadi yang kompeten dan mampu menata dirinya dengan baik, tak lantas bergantung dan bermalas-malasan. Namun juga bisa mempelajari segala bidang dan menguasai bidang-bidang tertentu secara professional. Semoga dengan semakin berkembangnya zaman digital peran santri mampu menyeimbangkan dan tidak terbawa ke arus negatif. Alangkah baiknya jika para santri bisa membawa perubahan positif yang berdampak terhadap peradaban bangsa dan dunia. (Dgd/Qr)

Pendaftaran Santri Baru
Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Baitul Arqom

Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini