Jember- Suasana Gedung Auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L pada Ahad pagi (26/10/2025) tampak begitu khidmat dan penuh ketenangan. Ratusan santri duduk rapi, menyimak setiap untaian kalimat dari tokoh yang sangat dinanti-nanti pada acara Apel Tahunan Pondok kali ini. Nada suaranya lembut namun penuh wibawa, menyentuh hati para santri yang hadir dengan pesan mendalam tentang makna sejati pendidikan di pesantren.
“Pesantren mengajarkan etika, akhlak, dan agama. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan budi pekerti, dan pesantren berperan untuk itu,” Drs. KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed
Bagi Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, pesantren bukan sekedar tempat belajar mengaji, melainkan sekolah kehidupan di mana setiap kegiatan santri mengandung nilai pendidikan yang mendalam. Prinsip tersebut dirangkum indah dalam sebuah kalimat sederhana namun bermakna dalam: “Life is education. Education is life”. Bahwa hidup adalah proses belajar tanpa henti, dan belajar adalah cara kita menghidupkan nilai-nilai kehidupan.
Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, istilah “kurikulum” memiliki makna yang luas. Setiap aktivitas sehari-hari mengandung nilai-nilai pendidikan, tidak terbatas hanya pada pelajaran di kelas. Mulai dari antri makan di dapur, membersihkan lingkungan, hingga mengatur jadwal kegiatan. Semuanya termasuk bagian dari kurikulum kehidupan yang membentuk karakter santri agar menjadi pribadi disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya Drs. KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed menegaskan, “Kurikulum pendidikan bukan untuk menjadi pegawai atau petani semata, tetapi untuk mendidik manusia yang berakhlak mulia dan berdaya guna”.
Menariknya, selain pendidikan di ruang kelas, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember juga mendorong santrinya untuk terus aktif dan kreatif di berbagai bidang dengan menyiapkan sarana prasarana untuk memancing bakat santri. Misalnya, santri diminta untuk membongkar motor dan kemudian merakitnya kembali. Proses perakitan tersebut tidaklah mudah, namun melalui kegiatan itu para santri dapat memperoleh ilmu dan pengalaman baru.
“Masuklah ke dalam Pondok secara menyeluruh,” pesan KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. Artinya setiap santri diharapkan dapat mengikuti seluruh kegiatan di pesantren. Sebab, semua kegiatan mengandung pendidikan berharga yang kelak akan membentuk kepribadian dan mendukung usaha santri untuk menuju masa depan gemilang.
Akhirnya, di zaman yang semakin menonjolkan kecerdasan intelektual ini, diharapkan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember bisa tetap teguh menjaga misi utamanya, yaitu melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia. Karena, Pesantren satu-satunya sarana yang terus memperkuat peran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Bukan hanya melalui teori, tetapi lewat praktik kehidupan sehari-hari. (Al/Qr)









