KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed: “Dari Gigi Hingga Pabrik Tusuk Gigi, Bukti Tidak Ada Ciptaan Allah yang Sia-Sia”

0
89

Jember- Cahaya pagi menyelinap melalui kaca jendela Gedung Auditorium Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Suara lantunan sholawat mengiringi langkah para santri, alumni dan masyarakat yang memadati ruangan megah itu. Di atas panggung utama, berdiri sosok KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed, wajahnya yang tenang memancarkan kewibawaan khas seorang guru sejati.

Kehadiran KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor menambah kemuliaan acara. Beliau dikenal tidak hanya sebatas tokoh pendidikan pesantren modern, tetapi juga sebagai sahabat dekat (alm) KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L pendiri Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember.

Di tengah-tengah acara Silaturrahmi Nasional, Beliau menuturkan salah satu ayat suci Al-qur’an yang mampu menggugah hati para hadirin:

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هذَا بَاطِلًا

Artinya:
“Ya Allah, tidak ada satu pun ciptaan-Mu yang sia-sia.” (QS. Āli ‘Imrān [3]: 191)

Suasana auditorium seketika hening, kalimat itu disampaikan dengan penuh kekhidmatan, menandakan pesan penting yang akan beliau sampaikan: setiap ciptaan Allah SWT memiliki manfaat dan hikmah jika kita mau berpikir.

Baca Juga :  Perkemahan Santriwati: "Scout Is a Jolly Game!"

Contoh kecil saja, coba kalian perhatikan gigi, setiap gigi manusia memiliki bentuk yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, diantara gigi satu dengan gigi yang lainnya terdapat rongga atau jarak kecil, sehingga muncul yang namanya selilit. Dari hal kecil -selilit- maka tercipta ide untuk membuat tusuk gigi.

Siapa sangka, dari celah kecil gigi lahir pabrik tusuk gigi. Orang jadi kaya, pekerja punya penghasilan, dan manfaatnya dirasakan oleh banyak orang. Padahal semua itu berawal dari sesuatu yang kecil.

Singkatnya, tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Bahkan dari hal sekecil selilit pun bisa muncul ilmu dan rezeki. Karena sejatinya, segala sesuatu yang diciptakan bukan tanpa maksud, hanya saja jika kita mau berpikir hal tersebut akan menjadi sumber manfaat.

Tepuk tangan dan do’a bersama mengakhiri tausiyah yang sarat makna itu. Di balik dinding auditorium tampak wajah-wajah penuh semangat dan kagum. Pesan KH. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed bukan hanya tentang gigi atau selilit, tetapi tentang cara berpikir rasional serta islami- melihat hikmah dari setiap ciptaan Allah, meski sekecil apapun itu.

Baca Juga :  Pemuda dalam pandangan islam: kekuatan, tantangan, dan peran pesantren dalam membentuk generasi tangguh

Harapannya, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember terus menjadi pusat lahirnya generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya guna yakni generasi yang mampu memadukan iman dengan intelektual, dan menjadikan setiap ciptaan Allah sebagai sumber inspirasi untuk membangun peradaban. (Al/Ns)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here