Balung – Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember mengadakan agenda Resepsi Wisuda dan Yudisium bagi seluruh santri dan santriwati kels 6 pada hari Ahad (25/06/23). Acara ini digelar dengan khidmat di gedung auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id dan dihadiri oleh segenap Pimpinan Pondok, para Asatidz dan Ustadzah, serta wali santri. Suasana haru biru dan bahagia tampak meliputi nuansa gedung auditorium karena di momen ini, Bapak Pimpinan Pondok, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I melepas para santri untuk melanjutkan tugas mengabdi di tempatnya masing-masing yang telah ditentukan.
Acara wisuda dan yudisium ini adalah acara yang selalu dinanti-nantikan oleh seluruh siswa akhir sebagaimana mereka telah selesai menjalani proses pendidikan dan serangkaian ujian di pondok bagai buah yang telah masak dari pohonnya. Sesuai dengan kata pepatah,
ﻣَﻦْ ﺳَﺎﺭَ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﺪَّﺭْﺏِ ﻭَﺻَﻞَ
“Barang siapa berjalan pada jalannya maka sampailah ia (pada tujuannya)”.
Empat hingga enam tahun lamanya mereka menjalani masa belajar dengan serangkaian pahit manis, getir dan gembira di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember telah menjadikan mereka bagaikan buah yang matang dari pohonnya dan siap untuk dipetik. Teringat pesan pendiri dan pimpinan pondok terdahulu, alm. KH. Masykur Abdul Mu’id, LML: “Belajar di pondok pesantren bagaikan menelusuri ke dalam Kawah Condrodimuko, apa yang kalian cari, itulah yang akan kalian dapat. Apapun yang terjadi di dalamnya, semuanya adalah proses pendidikan dan pendidikan itu sendiri”.
KH. Izzat Fahd, M.Pd.I berpesan untuk senantiasa menjaga nama baik pondok dimanapun dan kapanpun mereka berada, juga untuk melaksanakan tanggung jawab pengabdian dengan sebaik-baiknya. “Jadilah uswah yang baik dan jaga nama baik almamater dimanapun, karena melalui antum, Baitul Arqom akan terbaca, dan sebaliknya dengan nama Baitul Arqom pula, antum akan mampu diingat oleh masyarakat di tempat antum berada,” pesan beliau.
Kini saatnya para santri santriwati akhir ini untuk mengabdi, terjun ke masyarakat mengamalkan ilmu yang diperoleh, mendedikasikan dirinya dengan maksimal selama setahun. Semoga ananda-ananda kita senantiasa diberi kemudahan, dan keberkahan ilmu pengetahuan dalam rangka syiar pondok. (Qr)










