Balung – Mungkin diantara kalian sudah tidak asing lagi ketika mendengar kisah tentang Nabi Yunus yang ditelan ikan paus. Kisah ini memberikan banyak pelajaran bagi umat manusia terutama umat Islam, karena banyak sekali amalan Nabi ketika di dalam perut paus yang bisa kita tirukan dalam kehidupan sehari-hari.
Nabi Yunus ditelan ikan paus dan tinggal di dalam perutnya selama 40 hari. Seketika itu Nabi Yunus tak henti untuk terus memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT dengan terus berdoa agar terlepas dari permasalahan yang dihadapi pada saat itu. Tak ada lagi yang bisa beliau lakukan kecuali berdoa dan mohon ampunan saja. Pada akhirnya Allah SWT mendengar doa Nabi Yunus dan mengabulkannya. Nabi Yunus pun akhirnya bisa keluar dari perut ikan paus. Kisah ini juga dijelaskan didalam Al-Quran surat Al-Anbiya ayat 8:
وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Artinya: (Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”
Do’a Nabi Yunus adalah do’a yang diamalkan ketika beliau berada di dalam perut ikan paus, dan inilah do’a nya:
لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
“La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin.”
Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”
Do’a ini menggambarkan kerendahan hati seorang Nabi Yunus terhadap Allah SWT dan mengakui kesalahan serta dosa yang dilakukannya.
Adapun keutamaan didalam do’a Nabi Yunus, yaitu bisa memperlancar permohonan hamba-Nya, apalagi bagi seseorang yang memiliki hajat mendesak. Tak hanya itu saja, melainkan bisa mempermudah dalam menghadapi sebuah masalah.
Do’a ini adalah salah satu do’a yang sangat dianjurkan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengamalkannya pun kita bisa lakukan setelah sholat ataupun sebagai dzikir harian.(Ail)








