Home Terkini Tradisi Idul Adha di Pesantren: Tanamkan Nilai Berbagi dengan Sesama

Tradisi Idul Adha di Pesantren: Tanamkan Nilai Berbagi dengan Sesama

0
9

Jember- Ada banyak sekali hikmah yang bisa kita petik dari peringatan Hari Raya Idul Adha setiap tahunnya. Bukan hanya tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail, melainkan juga tentang keikhlasan serta kepedulian sosial. Selain khas dengan penyembelihan hewan kurban, hari raya ini menjadi ajang untuk mempererat ukhuwah serta momentum berbagi. Dari sini, Islam mengajarkan bahwa sebagian dari rezeki yang kita miliki terdapat hak orang lain yang harus diberikan.

Allah SWT berfirman dalam Qur’an surah Al-Hajj ayat 36 yang berbunyi:

فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ…

Artinya:
“Maka makanlah sebagian darinya dan berikanlah untuk dimakan orang-orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya dan orang-orang yang meminta. “

Ayat tersebut menjelaskan bahwa ibadah qurban bukan hanya menyembelih hewan, melainkan juga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Daging qurban yang telah disembelih dibagikan kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Inilah inti dari hari raya ini, yaitu saling berbagi.

Momentum Idul Adha di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember terasa lebih hangat karena dilakukan bersama-sama. Mulai dari persiapan penyembelihan hewan qurban, pembagian tugas, hingga pendistribusian daging kepada masyarakat dilakukan secara bergotong royong dan santri pun ikut terlibat dalam hal tersebut sehingga mereka belajar akan arti kepedulian sosial. Dari kegiatan ini, santri paham bahwa memberi bukan hanya dengan harta melainkan juga tenaga, waktu, dan perhatian.

Baca Juga :  Latihan Rutin Pramuka : Mempersiapkan Diri Membangun Masyarakat

Selain itu, Idul Adha juga mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang menerima, tapi juga memberi. Ketika seseorang berbagi dengan tulus, maka akan tumbuh rasa syukur dalam hati sehingga tumbuh rasa bahagia. Nilai ini ditanamkan pesantren pada seluruh santri agar kelak menjadi pribadi yang dermawan.

Tradisi berbagi juga sejalan dengan salah satu panca jiwa pesantren yaitu jiwa kesederhanaan. Kesederhanaan mengajarkan santri untuk tidak hidup dengan berlebihan serta lebih peka terhadap keadaan sekitar. Dengan hidup sederhana, santri lebih mudah memahami arti syukur dan membantu sesama. Ini sangat sesuai dengan salah satu hikmah Idul Adha yaitu pengorbanan dan kepedulian sosial.

Melalui peringatan Idul Adha, santri diharapkan mampu mengamalkan sikap berbagi. Tidak hanya pada momen hari raya qurban, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, santri Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dapat mengamalkan sikap saling membantu, peduli, dan berbagi kepada sesama sehingga hidup terasa lebih berkah. (Ns/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here