Home Terkini Semarak Maulid Nabi: Momentum Meningkatkan Cinta dan Taqwa

Semarak Maulid Nabi: Momentum Meningkatkan Cinta dan Taqwa

0
260

Jember- Tatkala malam puncak dari 12 Robi’ul Awal 1447 H tiba. Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember menggelar acara yang mana sudah menjadi tradisi pada tiap tahunnya, yaitu tausiyah agama dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Pada momen kali ini, Bapak Pimpinan Pondok Al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I berkesempatan untuk menjadi bintang tamu yang akan membagi ilmunya kepada seluruh anak didiknya.

Nabi Muhammad SAW merupakan nabi terakhir yang diutus untuk menyempurnakan ajaran-ajaran sebelumnya dari segi ketauhidan, syari’at, dan akhlak, yang mana ketiganya menjadi inti daripada agama Islam. Tak hanya itu, beliau juga memiliki keahlian di berbagai bidang profesi, misal: manajemen pemerintahan, hubungan sosial, diplomasi, perdagangan, pertanian, dan lain sebagainya. Maka tak heran jika Nabi Muhammad SAW mendapatkan penghargaan tertinggi.

“Umat tidak cukup bila hanya beriman saja tapi juga taklif”, tutur Bapak Pimpinan Pondok, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I. Artinya, sebagai umat Islam wajib bagi kita untuk berikan, namun itu saja tidak cukup, kita juga harus menaati serta menjalani perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Ali Imran ayat 110 yang berbunyi:

Baca Juga :  Ujian untuk Belajar Bukan Belajar untuk Ujian! 

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

Artinya: “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum untuk menunjukkan rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW. Rasa cinta yang sejati menuntut kita untuk mengingat Nabi dalam segala kesempatan. Di akhir hayat-Nya beliau selalu mengatakan “umatku” sampai berkali-kali. Hal tersebut menjadi bukti cinta beliau kepada umat-Nya. Sekali pun kita tidak pernah melihat atau bahkan mendengar tentang kemuliaan Nabi, tapi hati kita harus tetap percaya.

Cinta yang sejati menuntut tindakan yang konkret dan konsisten. Apapun yang kita baca perlu dipahami dan diamalkan. Salah satu bentuk mencintai Nabi Muhammad SAW adalah dengan mencintai Ilmu-Nya, khususnya 2 pedoman penting yang beliau wariskan yaitu Al-Qur’an dan Hadits. Barangsiapa mengamalkan ilmu tersebut, maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya.

“Pada hakikatnya, eksistensi Tuhan itu ada, yang menggerakkan bumi itu nyata. Jangan terpaku oleh hal-hal yang bersifat populer, sebab pengetahuan tertinggi adalah pengetahuan wahyu,” jelas KH. Izzat Fahd, M.Pd.I

Baca Juga :  PERKAJUM Pondok: Serunya Luar Biasa!

Di zaman saat ini, revolusi digital berkembang secara terus menerus dan nyaris hampir mengubah segala aspek kehidupan seperti ekonomi, perdagangan dan budaya. Hingga akhirnya akan berdampak kepada moral masyarakat yang dapat menjerumuskan kita kepada zaman jahiliyah- zaman yang penuh dengan kegelapan dan kesesatan sebab moralitas masyarakat tidak terjaga.

Maka, dengan adanya tausiyah agama dalam momentum memperingati maulid nabi ini. Dapat menambah rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, menguatkan tauhid, akhlak, dan moral, serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. (Al/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here