Home Catatan Menyelaraskan Kesibukan dan Ibadah kepada Allah

Menyelaraskan Kesibukan dan Ibadah kepada Allah

0
322

Jember- Hidup di pesantren memang tidak pernah lepas dari yang namanya kesibukan. Dari jam tiga dini hari, santri sudah bangun untuk melaksanakan shalat tahajjud, shalat subuh, baca al-qur’an, pembagian kosa kata, dan persiapan sekolah. Dari siang ke sore diisi dengan belajar dan olahraga, malamnya belajar mandiri. Setiap hari Kamis masih ada muhadloroh dan pramuka. Semua kegiatan berhenti pada jam sepuluh malam untuk istirahat. Semua kesibukan ini sudah menjadi rutinitas. Tapi dibalik semua itu, santri harus tetap berpegang teguh pada: jangan sampai kesibukanmu mengalahkan ibadahmu.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ۝٥٦

Artinya:
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Ayat ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa tujuan utama manusia adalah untuk beribadah. Jadi, sesibuk apapun jangan sampai melupakan ibadah.

Sering kali, manusia menjadi lalai akibat kesibukan yang dimilikinya. Saat sibuk kerja, belajar, atau kegiatan lain, ibadah dinomer duakan, shalat ditunda-tunda, doa jadi lupa. Padahal, semua kesibukan itu tidak akan bernilai apapun disisi Allah tanpa adanya ibadah. Di pesantren, santri dibimbing untuk menyadari bahwa ibadah bukan hanya sekedar kewajiban tapi juga kebutuhan jiwa.

Baca Juga :  Sholat Rawatib: Hukum dan Keutamaannya

Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, keseimbangan antara ibadah dan aktivitas selalu dijaga. Meski memiliki jadwal yang padat dari pagi hingga malam, shalat berjamaah tetap berjalan. Ketika adzan berkumandang, semua kegiatan dihentikan, beralih ke masjid. Ini menjadi bukti nyata bahwa ibadah menjadi prioritas utama, bukan selingan ditengah kesibukan.

Di sini, santri juga diajarkan untuk berdisiplin dalam mengatur waktu. Bagaimana cara menempatkan prioritas dan tidak menunda pekerjaan. Melalui cara ini, santri akan terbiasa menjadikan ibadah sebagai dasar sebelum melakukan hal lain. Kesibukan tetap terjalan, ibadah tak tersisihkan.

Poin pentingnya adalah: jangan sampai kesibukan menjauhkan kita dari Allah. Jadikan segala aktivitas yang ada sebagai ladang pahala dengan meniatkannya ibadah. Jika keseimbangan ini bisa dijaga, maka hidup akan berkah, hati lebih tenang, dan segala kegiatan menjadi bermakna.

Harapannya, semoga kita dapat mengikuti langkah baik santri Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember yang menempatkan ibadah diatas kesibukan yang ada. Semoga Allah selalu meridhoi setiap aktifitas kita dan menjadikannya bermanfaat. (Ns/Qr)

Baca Juga :  Alumni Baitul Arqom Jember: Dedikasi Totalitas, Menebar Manfaat Tanpa Batas
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here