Home Galeri Malam Perpulangan Ramadhan: Saat Santri Kembali ke Rumah

Malam Perpulangan Ramadhan: Saat Santri Kembali ke Rumah

0
392

Jember- Tak terasa sudah memasuki pertengahan bulan Ramadhan. Bagi para santri dan santriwati malam pertengahan ini menjadi malam yang sangat dinanti. Pasalnya pada malam pertengahan bulan Ramadhan telah menjadi sebuah tradisi Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember untuk melaksanakan Hari Perpulangan Santri dan Santriwati. Malam perulangan selalu menjadi momen haru sekaligus bahagia, haru karena harus berpisah dan bahagia karena akan segera bertemu keluarga. 

Terbukti pada hari Sabtu tanggal 16 Maret 2025 Masehi atau 16 Ramadhan1446 Hijriyah Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember melaksanakan perpulangan bulan Ramadhan bagi santri dan santriwati kelas 1, 2, 3, 4, dan 6. Namun, bagi santriwati kelas 5 akan dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2025 atau 21 Ramadhan 1446 Hijriyah. Untuk waktu perpulangan santri dimulai dari pukul 21.00. Sebelum pulang menuju kediaman masing-masing, seluruh santri dan santriwati berkumpul di gedung Auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L untuk melaksanakan kegiatan Pesan dan Nasehat oleh bapak Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I. 

Meskipun agenda ini dilaksanakan pada malam hari, akan tetapi seluruh santri dan santriwati tidak meninggalkan ibadah bulan Ramadhan. Khususnya sholat Tarawih. Para santri dan santriwati tetap melakukan sholat Tarawih berjamaah. Jadi, setelah adzan Isya berkumandang, mereka berbondong-bondong menuju masjid untuk mendirikan sholat Isya sekaligus Tarawih. Kemudian, mereka bersiap untuk menuju gedung Auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L untuk berkumpul bersama. Tak lepas raut senang dan bahagia terpancar dari setiap santri dan santriwati. 

Baca Juga :  KEGIGIHAN NYATA: Ponpes Baitul Arqom Raih Juara Umum Lomba Pramuka

Bapak Pimpinan Pondok, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menyampaikan pada nasehatnya, bahwa para santri dan santriwati harus tetap menjaga ibadah dan membantu orang tua. Meskipun berada di rumah. Maka, dimanapun santri dan santriwati berada jiwa seorang santri harus tetap dijaga. Tak hanya itu, beliau juga melarang seluruh santri dan santriwati untuk mengadakan Bantuan Sosial (Bansos), takjil on the road, dan kumpul generasi tanpa izin. Pasalnya beliau khawatir akan keselamatan mereka. Tak lupa, beliau juga berpesan agar selalu berdzikir dan membaca Al-Qur’an. 

Beliau juga berpesan agar tidak meninggalkan ibadah sholat Tarawih demi sebuah pekerjaan yang tidak penting, khususnya menjelang lebaran “Menjelang Hari Raya Idul Fitri, janganlah kalian meramaikan pasar, toko dan mall. Akan tetapi ramaikanlah masjid, dirikanlah shalat. Disamping itu, pahala ibadah sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sangatlah besar, karena di dalamnya terdapat malam Nuzulul Quran. Maka, janganlah kalian gunakan malam-malam tersebut untuk hal yang tidak bermanfaat,” tutur KH. Izzat Fahd, M.Pd.I 

Baca Juga :  Bahagia, Sudah Saatnya Berkumpul Kembali Dengan Keluarga

Setelah kegiatan Pesan dan Nasehat selesai, kemudian dilanjutkan dengan bersalaman serta berpamitan kepada bapak Pimpinan, Pengasuh dan segenap guru yang lain. Pada saat inilah suatu hal yang sangat dinanti, seluruh santri dan santriwati bertemu kedua orang tuanya masing-masing. Maka, terciptalah suasana haru dan bahagia. Pasalnya para santri dan santriwati bisa bertemu dan melepas rindu dengan keluarga masing-masing. 

Sesuai dengan tradisi dan peraturan perpulangan santri dan santriwati, seluruh wali santri diwajibkan untuk mengambil surat jalan putra dan putri masing-masing pada wali kelas serta tanda tangan sebagai simbol penjemputan. Harapannya seluruh santri dan santriwati bisa menuju kediaman masing-masing dengan selamat. Tak hanya itu, bapak Pimpinan Pondok berharap agar seluruh santri dan santriwati kembali ke pondok dengan tepat waktu. (Rb/*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here