Oleh: Ustadz Sohib Maulana
إِنَّ الحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَسْتَهْدِي وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ, لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقَى وَ الْوَفَى. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فازَ مَنِ اتَّقَى
فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, وقال ايضا يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا اتَّقُواْ اللهَ وَقُوْلُواْ قَوْلًا سَدِيْدًا, يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ, فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Diantara nikmat yang harus kita syukuri adalah dianugerahkannya nikkmat kemerdekaan dan keamanan ditanah air Indonesia. Kondisi yang kita rasakan saat ini bukan tiba-tiba datang begitu saja, keamanan dan kenyamanan dalam bingkai kemerdekaan yang kita nikmati ini adalah berkat wasilah perjuangan dari para pahlawan. Mereka berjuang dengan pengorbanan jiwa raga dan berhasil mengusir penjajah dari bumi pertiwi.
Sebagai orang yang pandai bersyukur, jangan sampai kita lupakan jasa dan spirit para pahlawan dalam perjuangan ini. Semestinya kita harus meneladani semangat perjuangan mereka untuk diaplikasikan diera saat ini. Jika pahlawan dulu berjuang dengan mengangkat senjata untuk mengusir para penjajah, maka tugas kita saat ini sebagai penerus adalah berjuang untuk mengusir kebodohan dan ketertinggalan sebagai modal menjaga kemerdekaan ini.
Cara perjuangan saat ini adalah dengan terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang baik. bukan sebaliknya, mewarnai kemerdekaan dengan sikap-sikap negatif yang akan mendorong integritas serta eksistensi bangsa. Terlebih lagi diera digital saat ini, dimana berbagai narasi informasi provokatif sering muncul di media sosial. Kita dan khususnya para generasi muda harus dipahamkan agar tidak mudah larut mengikuti paham-paham yang ingin memecah belah bangsa. Para generasi muda khususnya, harus tau disadarkan untuk meneladani (spirit) para pahlawan dan mengusir penjajah di zaman modern yang kerap masuk melalui perang pemikiran (ghazwul fikri) di media sosial.
Setiap elemen bangsa harus disadarkan untuk tidak terprovokasi dengan berbagai upaya membenturkan keragaman yang ada di Indonesia. Keragaman Agama, budaya, suku dan adat istiadat yang ada di Indonesia. Tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Semua itu adalah sunnatullah dan ditunjukkan untuk kebersamaan dengan saling kenal mengenal, hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat: 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya:
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah. Generasi penerus kemerdekaan seperti kita saat ini harus meneladani nilai-nilai dan semangat dari pahlawan seperti keteguhan dalam memegang prinsip, keberanian, dan kesabaran dalam meraih tujuan. Nilai-nilai ini harus diaplikasikan oleh elemen bangsa untuk mengisi kemerdekaan. Sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing. kita harus memegang prinsip untuk mempertahankan kemerdekaan sekaligus berani menghalau pihak-pihak yang ingin mengganggu kedamaian bangsa. Dengan kesabaran, kita harus terus membangun persatuan (Ukhuwah) menjadi hal yang penting sebagai komitmen mengisi kemerdekaan. Sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing, kita harus memegang prinsip untuk mempertahankan kemerdekaan sekaligus berani menghalau pihak-pihak yang ingin mengganggu kedamaian bangsa. Dengan kesabaran, kita harus terus membangun kita untuk meraih tujuan melalui persatuan. Persatuan (Ukhuwah) menjadi hal yang penting sebagai komitmen mengisi kemerdekaan.
Terkait dengan persatuan ini ulama-ulama Indonesia mengemukakan konsep “Trilogi Ukhuwah” yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan dalam ikatan bangsa), ukhuwah basyariyah (persamaan sesama umat manusia). Jika 3 persatuan ini kita wujudkan dalam mengisi kemerdekaan, maka Insyaallah kita juga bisa menjadi pahlawan. Bukan pahlawan yang merebut kemerdekaan dengan berperang mengangkat senjata, namun pahlawan yang mempertahankan kemerdekaan dengan mensyukuri dan mengisinya.
Persatuan dan kebersamaan juga akan menjadi wasilah penjagaan dari Allah swt. Sebagaimana hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh imam tirmidzi: Artinya: “Penjagaan Allah swt berada di atas kebersamaan.”
meneladani para pahlawan sekaligus mengisi kemerdekaan ini bisa menjadi barometer tingkat syukur kita kepada Allah atas nikmat kemerdekaan. Namun sebaliknya, Jika kita tidak bersyukur alias ‘tak tahu diuntung’ serta menganggap enteng perjuangan para pahlawan, maka tinggal menunggu waktu saja, azab Allah akan datang kepada kita na’udzubillahi min dzalik
لَا يَشْكُرُ الّٰلهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسِ
Artinya: “Tidak bersyukur kepada Allah, orang yang tidak terima kasih kepada orang (lain)”
Oleh karenanya, pada momentum kali ini, mari kita kuatkan lagi rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kusuma bangsa. Semoga kita bisa meneladani mereka sebagai modal untuk mengisi kemerdekaan ini. Amin.
الحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ
وقال تعالى إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلَى وعن بقية الصحابة التابعين وتابعي التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين وارض عنا معهم برحمتك يا ارحم الراحمين.
اَللَّهُمَ اغْفِرْ للِْمُؤْمِنِيْنَ وَلِلْمُؤْمِناَتِ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَلِلْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءُ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أعزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وأَذِلَّ الـشِّـرْكَ والمُـشـْرِكِين وَانْصُرْ عِبَادَكَ المخلصين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ اَعْدَاء الدين وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
اللَّهُمَ ادْفَعْ عَنَّا البَلاَءَ وَالوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالمِحَنِ وَسُوْءَ الفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً وَسَائرِ البُلْدَانِ عَامَّةً يَا رَبَ العَا لَمِينَ
اللّهُمَ اِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، وَالجُنُونِ، وَالجُذَامِ، وَسَيِّيءِ الأَسْقَامِ
بِسْمِ اللّٰه الَّذى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْىءٌ فِى الاَرٍضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّميْعُ العَلِيْمُ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
(Ay/Qr)










