Home Terkini Tabligh Akbar Internasional: Syekh Rajab Dieb Tekankan Makna Hakiki Ramadhan

Tabligh Akbar Internasional: Syekh Rajab Dieb Tekankan Makna Hakiki Ramadhan

0
29

Jember- Suasana malam ke-7 Ramadhan (24/2/2026) di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember terasa lebih semarak dengan terselenggaranya kegiatan Tabligh Akbar Internasional. Kegiatan berskala internasional ini menghadirkan dua ulama besar asal Suriah, yaitu Syekh Umar Rajab Dieb dan Syekh Ameer Rajab Dieb, kedatangan beliau merupakan kunjungan kedua di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dan tentunya disambut hangat oleh keluarga besar pesantren.

Kali ini, Syekh Amir Rajab Dieb berkesempatan menjadi imam shalat tarawih. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang beliau bacakan menghadirkan suasana khusyuk bagi ratusan santri dan civitas akademika yang hadir. Setelah shalat, beliau menyampaikan tausiyah yang menjadi inti acara malam itu.

Beliau memberikan sedikit nasehat tentang bulan Ramadhan. Ramadhan, kata beliau, bukan sekedar waktu untuk memperbanyak ibadah, melainkan momentum untuk meningkatkan kualitasnya. Anak pertama dari Syekh Prof. Dr. Muhammad Rajab Dieb ini menegaskan pentingnya melalukan evaluasi diri. Bulan suci ini bukan sekedar rutinitas tahunan. Ramadhan sekarang tidak akan terulang di tahun depan. Maka dari itu penting bagi kita untuk bertanya pada diri sendiri. “Apakah ibadah yang kita kerjakan di Ramadhan ini sesuai dengan ibadah yang diarahkan Rasulullah serta para sahabatnya?”

Baca Juga :  Lomba Cerdas Cermat Mengasah Pengetahuan Santriwati

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa puasa tidak cukup dimaknai dengan menahan lapar dan haus saja. “Puasa adalah menahan lapar dan haus. Itu benar, tapi itu sebagian kecil dari makna puasa,” ungkapnya. Hakikat puasa, lanjut beliau, adalah menjaga lisan, tidak berdusta, menahan diri dari perkataan kotor, menjaga pandangan dan tidak menyakiti orang lain. Jika seseorang sudah menahan lapar dan haus tapi perilakunya masih menyakiti orang lain, maka makna puasa belum sepenuhnya tercapai.

Beliau juga menyampaikan bahwa ibadah harus disertai dengan kesadaran. Ketika sedang shalat, apakah kita sadar bahwa kita ada sedang berada dihadapan Allah? Ketika membaca al-Quran, apakah kita paham setiap maknanya atau hanya sekedar membacanya saja? Karena Al-Qur’an, tegas beliau, adalah hadiah dari Allah sebagai petunjuk hidup yang harus dipahami, bukan sekedar dibaca.

Selain menjaga hubungan dengan Allah, beliau juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan manusia. Seperi berbakti kepada orang tua, berbuat baik kepada tetangga, dan berusaha untuk tidak menyakiti orang lain.

Baca Juga :  Jawaban Atas Pertanyaan Yang Ditanyakan Oleh Wali Santri - Santriwati Baru

Tabligh Akbar Internasional ini diakhiri dengan doa Syekh Umar untuk seluruh santri dan santriwati agar dapat menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak dan mampu menjadi pemimpin yang membawa kebaikan bagi umat. Malam itu pun menjadi bahan refleksi bagi seluruh jamaah yang hadir. Kehadiran Syekh Umar Rajab Dieb dan Syekh Ameer Rajab Dieb diharapkan mampu menumbuhkan semangat dalam menjalani bulan Ramadhan dengan lebih berkualitas. (Ns/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here