Santri Baitul Arqom : Bisa Karena Terbiasa, dan Terbiasa Karena Terpaksa.

0
7127
Santri Jember, Kreatif Bikin Roti, Santripreneur
Santri Jember, Kreatif Bikin Roti, Santripreneur

BalungDiantara dari kita pasti tidak asing dengan pepatah “Bisa karena terbiasa.” Pepatah ini ditujukan kepada para pejuang masa depan yang ingin meraih mimpinya agar sang pejuang mau terus berlatih melakukan hal yang tidak bisa ia lakukan. Dengan demikian ia harus terbiasa dengan hal tersebut, agar sang pejuang bisa meraih apa yang diimpikan selama ini. Dengan demikian kita tidak akan terbiasa jika tidak karena terpaksa.

Sesuai filosofi bahasa Jawa yakni “kulino jalaran soko kepekso” yang artinya “terbiasa karena terpaksa”. Terpaksa bukan berarti kita berada di bawah ancaman, dimana jika kita tidak melakukannya kita akan mendapatkan hukuman. Selama keterpaksaan itu menuju kedalam hal kebaikan, kenapa kita tidak melakukannya saja, dengan begitu tidak akan rugi bagi kehidupan kita nantinya. Pastinya Allah SWT memiliki rencana yang terbaik bagi kita semua.

Tanpa kita sadari saat terpaksa dalam sebuah keadaan kita akan refleks berbuat sesuatu tanpa memikirkan resikonya, entah baik ataupun buruk, direncanakan ataupun tidak. Coba bayangkan jika dari kecil kita tidak dipaksa untuk belajar membaca Al-Qur’an, mungkin kita tidak akan mengenal huruf hijaiyah, dan untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. 

Baca Juga :  Ujian Kursus Sore: Tips dan Trik Menanggulangi Kecurangan Ujian

Di dunia ini sejatinya tidak ada manusia yang bodoh, yang membedakan hanyalah manusia yang malas dan tekun dalam belajar. Jadi jika seseorang ingin meraih mimpinya, maka ia harus melakukan sesuatu yang mungkin  tidak ia suka dengan keterpaksaan dan membiasakan hal tersebut, barulah ia akan bisa menjadi apa yang diimpikan selama ini.

Teruslah berbuat kebaikan, karena dengan demikian kita akan terbiasa untuk berbuat baik. Ada 5 tahap yang harus kita ketahui, yaitu dengan dipaksa, terpaksa, bisa, terbiasa, dan menjadi luar biasa. Ini merupakan satu rumus untuk membentuk suatu kebiasaan. Jangan pernah  menyerah untuk menjadi sang pejuang. Karena semua itu membutuhkan proses. Biasanya hal ini terjadi pada anak di sekolah, santri di pondok, bahkan orang dewasa dalam pekerjaannya.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata, “Jagalah anak-anak kalian untuk senantiasa mengerjakan sholat. Biasakanlah mereka untuk berbuat kebaikan, sesungguhnya perbuatan baik itu adalah kebiasaan” (al-Kabir lil-Imam ath-thabrani,9155). Paksalah diri kita dan orang-orang di sekitar kita untuk melakukan sesuatu yang berdampak baik bagi diri kita dan sekitar, yang nantinya akan membentuk kebiasaan baik bagi kehidupan kita kedepannya. (AIL/Qr)

Baca Juga :  Muhadhoroh, Tips Lancar Pidato Dua Bahasa di Depan Publik
Pendaftaran Santri Baru
Pendaftaran Santri Baru Pondok Pesantren Baitul Arqom
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here