Jember- Pada hari Ahad tanggal 12 Januari 2025 tepatnya Sore hari di sesi terakhir kegiatan Sambang Pondok, Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember mengadakan Welcoming Alumni yang dipandu oleh Ustadzah Intan Nur Aini Zakia sebagai moderator dan Ustadzah Berlian Anggun Nur Azza Muhammad Alumni 2022 Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember sebagai pemateri.
Beasiswa GenBI adalah beasiswa yang diberikan Bank Indonesia (BI) kepada mahasiswa berprestasi pada jenjang perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) terpilih. Namun, beasiswa ini berlaku untuk mahasiswa aktif. Adapun persyaratan yang berlaku untuk beasiswa ini adalah memiliki IPK minimum, memiliki pengalaman aktivitas sosial, bersedia aktif dalam GenBI, tidak menerima beasiswa lain, tidak memiliki hubungan keluarga yang terafiliasi oleh BI.
Menurut Ustadzah Anggun, beliau memiliki keinginan besar untuk menempuh pendidikan di Jogja. Alhasil secara tidak sengaja beliau memilih Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) sebagai tujuan. Namun, beliau menghadapi suatu kendala yakni tidak memiliki biaya untuk berangkat menuju Jogja sebab latar belakang sebagai anak yatim piatu dan kurang mampu. Alhasil beliau meminjam uang kepada teman-temannya untuk biaya menuju Jogja. Sesampainya di Jogja beliau tidak mempunyai orang terdekat maupun kenalan yang dapat membantu. Sehingga dengan usaha dan tekad yang kuat beliau dapat bertahan dan adaptasi dengan suasana Jogja.
Kemudian, pada semester pertama beliau mengalami culture shock sebagaimana anak muda lainnya yang baru merasakan kebebasan karena Kak Anggun ini merupakan lulusan Pondok Pesantren. Oleh karena itu beliau sedikit terlena, misalnya pacaran dan keluar malam. Semakin lama beliau sadar bahwa semua itu tidak ada gunanya dan hanya membuang waktu. Maka beliau mengubah gaya hidupnya menjadi lebih bermanfaat, karena memiliki latar belakang sebagai anak yatim piatu beliau bekerja paruh waktu di sela jam kuliah seperti menjadi karyawan, moderator, MC, dll.
Semakin meningkatnya kebutuhan hidup di Jogja, beliau berusaha memutar otak agar dapat bertahan hidup. Alhasil beliau mencoba untuk mengikuti beasiswa GenBi ini. Oleh karena itu, beliau berusaha untuk mencari semua berkas dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Alhamdulillah, dengan takdir Allah beliau mendapatkan beasiswa GenBi ini dan dapat melanjutkan kuliah sampai sekarang ini. Usut punya usut, ternyata pencapaian beliau ini juga suatu keajaiban dari الكلام نصف الدعاء yang berarti perkataan adalah setengah doa. Pada saat Ustadzah Anggun mengenyam pendidikan di pesantren, beliau pernah secara tidak sengaja mengatakan bahwa akan menempuh kuliah walaupun memiliki keterbatasan biaya melalui beasiswa Bank Indonesia.
Ternyata terdapat jurus jitu yang mempelopori segala usaha Ustadzah Anggun ini, yaitu kuat bertirakat dan percaya diri. Oleh karena itu beliau menuturkan bahwa puasa, sholat, ngaji dan segala ibadah kita dapat membantu kita di setiap kondisi. Sehingga sesibuk apapun kita, berdoa dan mengaji tetaplah menjadi rutinitas yang tak dapat ditinggalkan. Walaupun hanya satu ayat. Tak hanya itu, kita juga perlu memiliki mental dan rasa percaya diri yang kuat, sehingga apapun jenis pekerjaan yang kita lakukan, kita tak perlu malu dan merasa minder asalkan baik dan halal.
Berdasarkan perjalanan hidup yang dialami oleh Ustadzah Anggun kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada kata tidak mungkin jika kita tetap berusaha dan berdoa. Oleh karena itu, segala sesuatu menjadi tanggung jawab kita masing-masing, maka kita juga harus berusaha untuk mencari solusi itu sendiri. (Rb/*)









