Motivasi Bahasa: “Ngomong Inggris? PD aja!”

0
228

Balung Di Pondok Pesantren Baitul Arqom ada banyak sekali kegiatan. Diantaranya kegiatan tahunan, bulanan dan harian. Adapun kegiatan tahunan salah satunya adalah Motivasi Bahasa yang sangat penting untuk pengembangan bahasa. Kegiatan ini diadakan setiap dua kali dalam 1 tahun dan dimotori oleh bagian penggerak bahasa. Saat ini pada tanggal 20 September 2018 Pondok Pesantren Baitul Arqom menghadirkan Ustadzah Queen Rahmah sebagai motivator kegiatan Motivasi Bahasa. Beliau adalah guru Pondok Pesantren Baitul Arqom yang pernah singgah di luar negeri untuk menamatkan studi S2 nya di negara Ratu Elisabeth, Inggris Raya. Diantara negara yang pernah disinggahi beliau adalah Inggris, Perancis, Belanda, Belgia, Jerman, Arab Saudi dan Malaysia.

Banyaknya pengalaman yang dimiliki beliau dapat membuka mata dan wawasan santriwati untuk lebih fokus memperhatikan dan lebih berani berbahasa. Apalagi tampilan slide yang ditayangkan diselingi foto-foto moment beliau ketika di luar negeri serta video-video yang dapat membuat para audiens tertarik untuk pergi ke luar negeri.

“Mengapa harus bisa berbahasa Inggris? Ada lima hal mengapa kita harus belajar Bahasa Inggris. 1. Meningkatnya kualitas bahasa inggris akan membuat nilai diri kita lebih berkualitas, 2. Mendapat teman baru dari lain negara, 3. Dapat menempuh ke jenjang Universitas Favorit, 4. Mendapat peluang kerja yang lebih baik, 5. Bangsa kita akan kerap dikenal dengan baik,” jelas beliau dalam isi materinya. Tak ada kata lain selain menikmati materi yang dibawakan sekaligus mendobrak jiwa tidak takut bermimpi.

Di penghujung materi, Ustadzah Queen mengajak audiens berjalan-jalan dengan menayangkan tayangan video indahnya Negara Jerman. Panitia Harapannya, untuk mengembalikan otak fresh kembali setelah menerima materi. Pembicara pun membuka 3 kesempatan untuk bertanya. Masing-masing penanya diberinya kenang-kenangan dari Paris sebagai hadiah atas keberanian mereka. Semua berharap dengan acara Motivasi Bahasa ini dapat berdampak pada santriwati untuk berbahasa, terlebih berbahasa inggris. am

Comments