Balung – Salah satu santriwati Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember telah terpilih menjadi delegasi perwakilan yang mendapatkan beasiswa Internasional melalui jaringan pondok. Inilah salah satu bentuk kesyukuran kami para guru-guru dan keluarga besar pondok atas kesuksesan santriwati kami.
Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember memang merekomendasikan dan mendorong santriwatinya untuk bisa menjalankan program studi dengan baik setelah lulus dari pesantren ini dan alhamdulillah terpilih menjadi salah satunya. Proses ini berjalan dengan lancar karena pondok kita sudah menjadi bagian dari FPAG (Forum Pesantren Alumni Gontor).
Jalur beasiswa ini, didapatkan dari KH. Asep Sulaiman Subanda yang merupakan Pendiri Pondok Pesantren Al-Ihya Subang. Al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menerangkan bahwa beasiswa ini diraih dengan tanpa tes. “Dengan jalur tanpa melalui tes apapun karena kami melihat prestasi yang didapatkannya selama dia mondok ini adalah satu penilaian yang cukup luar biasa dan merupakan suatu bentuk kesyukuran sendiri,” tutur beliau.
Adapun beberapa tokoh hebat sehingga program bisa terlaksana dengan baik diantarnya yang paling utama ialah Bapak Pimpinan Pondok, Al-Ustadz KH. Izzat Fahd M.Pd.I yang juga mempunyai hubungan langsung dengan FPAG, KH. Anang Rikza Masyhadi Pimpinan Pondok Tazakka yang bertanggung jawab di FPAG, Ustadz dan Ustadzah keluarga pondok, donatur beasiswa yaitu KH. Asep Sulaiman Subanda Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ihya Subang, Prof. Sangidu dari UGM sebagai tokoh yang mewadahi berjalannya program ini, Ustadz Fardana Hirzul Haq sebagai penanggung jawab program, Ustadzah Agishna Rahmatika dan Ustadzah Haniatul Mabruroh sebagai pembimbing.
Santriwati tersebut bernama Dewi Intan Galih Subroto, alumni Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember pada tahun 2023. Saat ini ia berada di Muassasah Alsun University dan dalam sepekan ini akan melaksanakan ujian setelah itu akan langsung melanjutkan ke Ain Shams University. Dengan begitu, selama 1 semester yaitu semester 4-5 di Muassasah Alsun dan selebihnya akan dilanjutkan di Ain Shams University yaitu semester 6-7 dan terakhir semester 8 yang akan dilaksanakan di UNIDA Gontor.
KH. Izzat Fahd berharap semoga program ini bisa menjadi motivasi penunjang bagi seluruh santri dan santriwati untuk berprestasi dan meningkatkan intelektualnya. Semangat belajar penuh keikhlasan dan ikhtiar yang menentukan siapa kita dimasa depan.
“Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja. Sekali hidup hiduplah yang bearti. Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan”. (Ail/Qr)









