K.H. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L: “Ilmu adalah Amanah”

0
390

Jember- Dalam pendidikan pesantren, ilmu bukanlah sesuatu yang hanya dipelajari untuk menambah wawasan, melainkan amanah yang harus dijaga dan diamalkan. Ada sebuah pesan KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L:
“Apapun yang kita ajarkan, akan menjadi tanggung jawab kita dan kelak akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah SWT.”

Ini merupakan kalimat singkat yang memiliki makna luar biasa. Untuk seorang guru, pesan ini adalah pengingat agar setiap pelajaran yang disampaikan kepada santri betul-betul berlandaskan kebenaran dan keikhlasan. Mengajar bukan hanya tentang profesi atau rutinitas harian, tetapi juga bagian dari ibadah yang akan dipertanggung jawabkan kelak.

Di lingkungan pesantren, ustadz bukan hanya berperan sebagai pengajar, tapi juga sebagai pembimbing dan penuntun hati. Setiap bimbingan, nasihat, dan teladan yang diberikan akan menjadi amal jariyah jika mengantarkan santri menuju kebaikan. Sebaliknya, jika ilmu diajarkan tanpa adanya tanggung jawab, maka akan menjadi beban berat dihadapan Allah.

Pesan KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L juga menjadi pengingat bagi para santri bahwa belajar di pesantren bukan untuk mengejar nilai, tetapi menuntut kesungguhan dan adab dalam menuntut ilmu. Santri diajarkan untuk menjaga niat, menghormati guru, serta mengamalkan ilmu yang didapatnya di tengah-tengah masyarakat. Karena pada hakikatnya, keberkahan ilmu bukan dari banyaknya hafalan tapi dari seberapa tulus niat dan seberapa banyak manfaat yang dihasilkan.

Baca Juga :  Kedatangan KH. Hasan Abdullah Sahal: Sebuah Panggilan untuk Menundukkan Ego

Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember menjadi tempat tumbuhnya nilai-nilai tanggung jawab dan amanah. Di sini santri belajar bahwa ilmu merupakan cahaya yang perlu dijaga agar tidak padam oleh kesombongan dan kelalaian. Guru menjadi lentera dan santri yang membawa cahaya di tengah umat.

Nasihat beliau ini mengajarkan bahwa setiap kata, pelajaran, dan bimbingan yang keluar dari lisan seorang pendidik bukanlah hal kecil. Semua tercatat dan akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah. Maka dari itu, marilah kita semua: guru, santri, dan masyarakat, menanamkan keikhlasan dalam setiap perbuatan agar ilmu yang kita tunaikan menjadi jalan menggapai ridho Allah SWT, bukan sebaliknya.

Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, suasana keilmuan dibangaun atas dasar tanggung jawab dan kejujuran. Setiap ajaran, harus menumbuhkan akhlak mulia dan kecintaan kepada Allah. Sebab ilmu tanpa adab tak akan memberikan manfaat, dan ajaran tanpa tanggung jawab bisa menyesatkan. Semoga pesan K.H. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L. ini terus menjadi cahaya bagi para guru dan santri dalam menjaga kemurnian ilmu dan amanah dakwah.

Baca Juga :  BAZAR SANTRI: Edupreneurship yang Luar Biasa!
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here