Jember- Menuntut ilmu di Tanah Suci merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga. Salah satu guru Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, Al-Ustadz Nanang Saepuddin, M.Pd. menjadi perwakilan untuk mengikuti agenda Dauroh Lughotul Arobiyah Lighoiri Nathiqina Biha (Dauroh bahasa arab untuk penutur asing) di Universitas Ummul Quro Mekkah. Yang mana agenda ini adalah hasil kerja sama antara Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember bersama Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta. Agenda ini berlangsung selama 17 hari, terhitung sejak tanggal 30 Juli sampai 15 Agustus 2025.
Perjalanan dauroh ini bermulai di kota suci Madinah. Para peserta diberi kesempatan untuk berkunjung di Masjid Nabawi, Raudhah, Kubah, serta perkebunan kurma. Di hari ketiga, rombongan mengambil miqot di Bir Ali untuk mengenakan ihram sebelum melanjutkan tahapan menuju Mekkah.
Kegiatan dauroh dilaksanakan setibanya rombongan di Mekkah yang bertempat di Universitas Ummul Quro. Setiap hari, kegiatan dauroh dimulai dari pukul 07.00 sampai 13.00. Agenda ini berlangsung layaknya kegiatan perkuliahan yang mana peserta diberi materi secara langsung oleh masyayikh dari Ummul Quro Mekkah.
Pada sore harinya, rombongan dauroh memanfaatkan waktu untuk melaksanakan ibadah umroh. Diawali dengan mengambil miqot di tan’im, setelah itu, melakukan rangkaian umroh seperti thawaf di Ka’bah, sa’i, dan lain sebagainya. Pelaksanaan umroh ini berlangsung sekitar 3 jam. Begitu selesai, mereka kembali ke hotel untuk beristirahat guna mempersiapkan diri melanjutkan kegiatan esok hari.
Selain dauroh dan umroh, terdapat agenda lainnya yang mana para peserta berkesempatan untuk mendapatkan pengalaman tambahan dengan berkeliling ke tempat-tempat bersejarah islam, seperti: Thoif, Gua Tsur, Villa Syekh, Jabal Nur, Jabar Rohmah, Arofah, Mina, dan Gua Hira.
Beliau mengatakan bahwa ini merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan, bahkan sulit untuk dipercaya jika beliau berada dekat dengan ka’bah dengan jarak lima meter. Di Madinah, beliau bisa masuk ke Raudhah menggunakan aplikasi yang mana tidak dapat diakses oleh sembarang orang. Meskipun merasa lelah, namun jika dilakukan dengan senang hati semua akan terasa mudah. Tak lupa pula beliau mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pimpinan Pondok beserta jajarannya dan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember yang mana juga merupakan almamater beliau, karena telah memberikan kesempatan yang berharga dan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup.
Diawal kedatangan, mereka langsung disambut oleh Kedutaan Besar RI di Arab Saudi, dengan disuguhkan berbagai macam makanan dan minuman. Begitu pula pada saat penutupan, Bapak Pimpinan Gontor KH. Hasan Abdullah Sahal dan dekan-dekan turut serta menghadiri acara.
Tingkat bahasa Arab yang diajarkan di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember sudah termasuk tingkatan bahasa standar yang dapat dipahami oleh para masyaayikh. Akhirnya, semoga dengan adanya kegiatan dauroh lughoh ini, mampu memotivasi santri dan santriwati agar membiasakan diri dalam berbahasa Arab. Karena bahasa Arab merupakan bahasa Qur’an dan bahasa ahli surga. (Al/Ns/Qr)









