DEDIKASI PIMPINAN PONDOK: “Pondok adalah Istri Pertama Saya”

0
245

Balung – KH Masykur Abdul Mu’id, LML. sebagai Pimpinan pondok Pesantren Baitul Arqom selalu memberi sambutan disetiap acara pondok. Agar suatu pembicaraan tak membosankan, setiap pembicara mempunyai cara tersendiri agar menarik perhatian Audience. Tak berbeda dengan K.H Masykur Abdul Mu’id, LML. Ada kalanya beliau menyisipkan sedikit humor dalam pidatonya. Beliau telah memilih untuk bercerita tentang kehidupannya disela-sela pidatonya. Bahkan, sempat beliau mengatakan hal yang menarik perhatian para santrinya. “Saya itu memiliki dua istri,” aku beliau. Beberapa anak menatap fokus seakan penasaran dengan pengakuan Beliau. “Istri pertama saya adalah Pondok, dan istri kedua saya adalah istri saya sendiri,” lanjut beliau. Ternyata, kalimat itu sudah seringkali beliau ungkap dalam acara di pondok. Hanya saja bagi santri baru yang belum tahu tentu akan terkejut mendengar pengakuan awal beliau.

Tak disangka, dari pidato beliau dapat ditafsirkan bahwa beliau sangat cinta terhadap Pondok. Sehingga pondok dinomersatukan yang kemudian disusul oleh istrinya. Beliau selalu antusias, ikut berpartisipasi, bahkan terjun langsung dalam kegiatan pondok. Cintanya terhadap pondok juga ditransfer kepada santrinya, sehingga dalam Hymne Oh Pondokku terdapat lirik “Oh Pondokku…. I… Bu….ku..”, yang menerangkan bahwa pondok adalah Ibu yang kasih sayangnya tiada tara. Dari sini, tentunya kita semua dapat belajar bahwa dedikasi beliau sungguh luar biasa.

“Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula keuntunganmu”. motto ini juga seringkali ditujukan oleh Pimpinan Pondok sebagai motivasi untuk menyadarkan santri, untuk menjaga identitas ke-Santriannya dan nama baik Pondok. Beliaupun berpesan, “Kemanapun kamu pergi, semua orang akan tahu. Kerena dijidatmu telah terpasang identitas ke-Santrianmu”. Oleh karena itulah, sejatinya para santri telah memiliki identitas untuk menjadi uswah hasanah. Maka, lebih berhati hatilah dalam segala tindak tanduk yang tak senonoh dan tak pantas dilakukan sebagai santri.  ak.

JADILAH GURU! GURU DI SEGALA BIDANG

Comments