Home Catatan APEL TAHUNAN: Ini pesan KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A, Ph.D untuk Santri...

APEL TAHUNAN: Ini pesan KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A, Ph.D untuk Santri dan Alumni Baitul Arqom

0
7

Jember- Pada pagi ini (25/10/26), Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember kembali menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Keluarga Besar dan Apel Tahunan yang di hadiri oleh para keluarga besar Baitul Arqom, guru, dan alumni dari berbagai daerah. Mereka berkumpul di kegiatan yang penuh dengan khidmat ini pada satu kehangatan. Suasana kekeluargaan menyelimuti Gedung Auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L, para santri dan para tamu yang hadir mendengarkan nasihat serta motivasi yang disampaikan dengan tenang dan tertib, karena kegiatan ini adalah salah satu momentum yang berharga.

Dalam kegiatan tersebut, KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A, Ph.D hadir sebagai salah satu pembicara. Beliau merupakan Pimpinan dan Pengasuh Pondok Modern Tazakka, Batang, Jawa Tengah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) yang menaungi 1500 Pesantren se-Indonesia. Beliau dikenal sebagai ulama, pendidik, dan intelektual pesantren yang memadukan tradisi keilmuan pesantren dengan pengalaman akademik internasional, khususnya dalam bidang studi Islam, pemikiran Timur Tengah. Serta Pakar Ekonomi Syariah terkait pengembangan wakaf dan kelembagaan pendidikan Islam. Beliau sering menekankan pentingnya integrasi antara kedalaman spiritual, kecakapan intelektual, dan kepemimpinan moral dalam mencetak generasi masa depan. Melalui dakwah, tulisan, dan pembinaan santri, beliau mendorong penguatan tradisi membaca, menulis, serta dialog keilmuan sebagai investasi intelektual jangka panjang bagi umat.

Kehangatan semakin terasa ketika beliau menyampaikan tausiyah kepada para hadirin. Beliau mengingatkan kepada kami bahwasannya Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember adalah Pondok Pesantren Alumni Gontor yang tertua. Pondok ini bukan hanya sekedar tua usianya, akan tetapi Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember menjadi rujukan untuk pondok-pondok alumni yang lainnya, yang dilihat dari sisi ketahanannya dari generasi ke generasi. Beliau menyampaikan

“Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember memiliki ciri kekhasan yang berbeda, yaitu: mandiri dari sisi sumber daya manusianya, lembaganya, sistem pendidikannya, dan mandiri keuangannya. Dan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember adalah lembaga pendidikan yang menganut pendidikan holistik. Apa pendidikan holistik itu? Yaitu kurikulum yang menyeluruh. Jadi yang disebut dengan pendidikan bukan hanya tentang otak, akan tetapi menyeluruh dari otak (head), tangan (hand) dan hati (heart) sesuai dengan Panca Jiwa yang ditanamkan,” tutur beliau dalam pidatonya.

Baca Juga :  Silaturahmi Akbar 2022: Jenderal Polisi Badrodin Haiti kenang Masa Nyantri di Baitul Arqom Balung

Suasana semakin mengesankan ketika beliau melanjutkan taujihatnya dan berkata, “Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember menerapkan kurikulum selama 24 jam, bukan hanya dari pagi sampai jam 12 siang. Dimulai dari mandi, menyapu, berbaju rapi, datang tepat waktu, olahraga, disiplin dan yang lainnya, semua itu adalah kurikulum dalam pendidikan holistik atau menyeluruh, atau kabeh”. Betapa bersyukurnya para santri yang memiliki tekad untuk mondok, karena mereka disini dididik untuk menjadi pemimpin yang akan memimpin bangsa di masa depan.

Tak hanya bagi para santri, tapi beliau juga memberi motivasi kepada para wali santri dan alumni yang hadir dalam agenda tersebut.

“Coba Bapak Ibu lihat, panitia ini semuanya santri, ada dinamika pimpin-memimpin, gagasan ide, terjadi debat, membagi tugas peran, ada yang nurut ada yang memerintah, ada yang mengamati, menilai, evaluasi. Akhirnya anak akan belajar cara mengamati, cara mengambil kesimpulan, cara melihat masalah, cara berpakaian, dan cara-cara lainnya. Inilah bukti bahwa anak-anak disiapkan menjadi calon-calon pemimpin, dan Baitul Arqom ini adalah sekolah calon pemimpin,” kata beliau memotivasi.

“Bersyukurlah, ini anak-anak mahal, ketika jutaan anak tidur sampai siang, ini anak-anak jam 4 pagi sudah bangun, sudah kena air, kumpul di masjid, mau shalat. Ketika jutaan anak lain tidak mau dan tidak bisa diatur, anak di sini 24 jam diatur setiap saat. Bapak Ibu harus bangga!,” kata beliau menyemangati.

Selain itu, beliau menyorot akan pentingnya membangun generasi yang tidak hanya memiliki kedalaman spiritual, tetapi juga kecakapan intelektual dan akhlak yang kuat. Menurut beliau, pendidikan pesantren memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai ke-Islaman. Beliau juga menekankan pentingnya membangun tradisi membaca dan menulis di kalangan santri. Karena lembaga yang bertahan dari lintas literasi berkaitan dengan wakaf. Ilmu tidak cukup hanya untuk dipelajari, tetapi juga perlu dikembangkan, didiskusikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Budaya membaca akan memperluas wawasan, sedangkan kemampuan menulis dapat menjadi sarana untuk menyampaikan gagasan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Rahasia di Balik Istighfar Menurut Al-Qur'an

Dari tausiyah yang disampaikan oleh KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A, Ph.D dengan penuh wibawa dan ketenangan kepada para hadirin, diharapkan menjadi pengingat agar dijadikan sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di masa depan. Dan diharapkan juga, berkobarnya semangat dari para santri dan alumni sehingga Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dapat terus melahirkan anak-anak yang akan menjadi orang-orang besar dan yang terus memperjuangkan nama baik Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Karena para santri bukan hanya aset yang biasa, melainkan aset yang mahal bagi umat Islam dan bangsa.

KH. Anang Rikza menyampaikan harapan serta doa dalam satu kalimat singkat, “Sampai ketemu di masa depan dimana pun, sebagai pemimpin-pemimpin yang membanggakan,” pungkas beliau sambil disambut gemuruh tepuk tangan audiens.

Motivasi tersebut menjadi bekal bagi para santri untuk meneruskan perjuangan pondok dan untuk tidak menyerah demi mengejar cita-cita yang mereka inginkan. Karena Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, Al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I pernah berpesan pada kami “Pondok perlu di bela dan di perjuangkan”.

Dan pada akhir rangkaian kegiatan ini, selanjutnya beliau menandatangani peresmian Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Arafah Jember.(Nd/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here