Jember— Bukan sekadar agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun, Silaturahmi Keluarga Besar dan Apel Tahunan merupakan momentum penting untuk memperbarui semangat pengabdian, mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah, serta meneguhkan kembali nilai-nilai kepesantrenan. Dalam pelaksanaannya, kehadiran tokoh-tokoh inspiratif yang menyampaikan tausiyah, arahan, dan nasihat menjadi salah satu unsur penting dalam menghidupkan momentum tersebut.
Pada kesempatan ini, Apel Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember menghadirkan dua tokoh yang memiliki pengalaman dan kontribusi di bidang masing-masing. Kehadiran keduanya diharapkan dapat memberikan perspektif, motivasi, serta arahan bagi para peserta dan tamu undangan yang mengikuti kegiatan tersebut.
Salah satu narasumber yang hadir adalah K.H. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., seorang ulama, pendidik, sekaligus pimpinan dan pengasuh Pondok Modern Tazakka yang berlokasi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Pengalaman beliau dalam dunia pendidikan dan kepemimpinan pesantren memiliki relevansi dengan upaya pengembangan pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda. Pemikiran dan pandangan beliau diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada para hadirin mengenai pentingnya pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman serta pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, narasumber kedua adalah Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., yang memiliki pengalaman panjang di bidang pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik. Sebelum mengemban amanah sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) pada Juli 2026, beliau menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sejak 2025. Dengan latar belakang pendidikan di bidang manajemen, perencanaan dan kebijakan publik, serta pengalaman profesionalnya, beliau memiliki keterkaitan dengan pengembangan kebijakan, manajemen, dan kerja sama kelembagaan. Kehadiran beliau diharapkan dapat memperluas wawasan para peserta mengenai pentingnya sinergi antarpihak dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui program pemenuhan gizi.
Kehadiran kedua narasumber dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang berbeda ini diharapkan dapat memperluas cakrawala pengetahuan sekaligus membuka ruang untuk memadukan wawasan keislaman, pendidikan, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Perbedaan bidang keahlian keduanya dapat menjadi sumber inspirasi bagi para hadirin untuk terus mengembangkan diri, memperteguh tanggung jawab, serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat sesuai dengan peran masing-masing.
Melalui pemikiran dan pesan yang disampaikan oleh para narasumber, Apel Tahunan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang berakhir ketika acara usai, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri dan penguatan komitmen bersama. Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan ini dapat terus membekas dalam diri para hadirin dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. (Nr/Nd/Qr)









