Home Terkini Menjaga Pelita Ilmu: Catatan Kunjungan Pakar Ekonomi Islam Internasional di Baitul Arqom

Menjaga Pelita Ilmu: Catatan Kunjungan Pakar Ekonomi Islam Internasional di Baitul Arqom

0
6

Jember- Suasana hening nan khidmat menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember saat menyambut kehadiran dua orang ulama terkemuka sekaligus pakar ekonomi Islam internasional asal Mesir, Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah dan Dr. Yamani Itswani. Kunjungan silaturahmi keilmuan yang bertempat di Masjid Baitul Arqom kompleks Pondok Putra ini menjadi sebuah momen sejarah yang sangat berharga, sekaligus mempertegas komitmen Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dalam menjaga, merawat, serta melestarikan tradisi keilmuan Islam global yang tersambung lurus dengan sanad perjuangan para ulama Nusantara.

Dalam rangkaian safari akademis dan keagamaannya, kehadiran Prof. Dasuki tidak hanya membawa wawasan keislaman yang luas, tetapi juga berhasil mengobarkan kembali semangat kesadaran spiritual dan cita-cita tinggi bagi seluruh santri serta civitas akademika di tengah dinamika zaman modern saat ini.

Membuka tausiyahnya sebagai pembicara utama, Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah membagikan wawasan yang sangat mendalam mengenai hakikat serta kedudukan ilmu dalam ajaran Islam. Beliau menyampaikan betapa berharganya dan mulianya ilmu pengetahuan yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia sebagai wujud rahmat yang tiada tara. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara terperinci mengenai tiga pilar dan landasan utama yang menjadi fondasi pokok kehidupan seorang Muslim, yakni Islam, iman, dan ihsan.

“Ketiga hal ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari, karena ketiganya memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan jiwa, akhlak, serta integritas kehidupan seorang Muslim yang sejati. Islam bertindak sebagai pedoman syariat, iman menjadi akar keyakinan yang mengokohkan dada, dan ihsan merupakan kesadaran spiritual tertinggi yang mewarnai setiap amal perbuatan agar senantiasa bernilai ibadah di hadapan Allah SWT”, tutur beliau saat berdiri di podium.

Di hadapan ratusan santri yang menyimak dengan penuh perhatian, Prof. Dasuki memberikan lecutan motivasi yang luar biasa agar generasi muda Muslim tidak pernah lelah dalam menuntut ilmu. Beliau mengingatkan sebuah realitas bahwa saat ini kita berada di era akhir zaman, di mana fenomena sosial menunjukkan betapa makin berkurangnya orang-orang yang memiliki kesungguhan dan keteguhan hati untuk belajar mendalami agama serta ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, tugas menjaga dan memperjuangkan ilmu menjadi sebuah kewajiban kolektif agar cahaya dan kejayaan Islam tetap menyinari peradaban dunia. Ilmu bukan sekadar hiasan intelektual, melainkan perisai utama bagi keberlangsungan nilai-nilai kebaikan di tengah gempuran zaman.

Baca Juga :  Pantang Menyerah! : Perlombaan Menciptakan Persatuan

Prof. Dasuki meneladani keteguhan hati para tokoh ilmuwan Muslim klasik yang karya-karyanya terbukti melintasi rentang sejarah dan tetap memberikan manfaat bagi peradaban dunia hingga detik ini. Beliau mencontohkan sosok Al-Khawarizmi yang melalui keteguhan ikhtiarnya mampu merumuskan cabang ilmu matematika aljabar dan memperkenalkan konsep angka nol melalui kitab monumentalnya Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala. Beliau juga menyebutkan kontribusi Al-Kindi, sang filsuf Muslim pertama yang menyelaraskan penalaran rasional dengan prinsip-prinsip Islam serta melahirkan karya filosofis dan optik legendaris seperti kitab De Radiis.

Selain itu, beliau juga mengulas jejak keilmuan Ibnu Sina yang menyusun Al-Qanun fi at-Tibb sebagai rujukan utama kedokteran dunia, serta Ibnu Khaldun dengan mahakarya Muqaddimah yang meletakkan batu pertama bagi ilmu sosiologi dan ekonomi Islam. Seluruh warisan agung tersebut tetap hidup dan dinikmati masyarakat dunia hingga sekarang semata-mata karena keikhlasan, ketekunan, dan keteguhan niat mereka dalam menuntut serta mengamalkan ilmu.

Momen haru dan kehangatan kekeluargaan makin terasa terpancar saat Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I., menyambut secara langsung kehadiran tamu agung tersebut. Rasa bahagia dan bangga tidak dapat disembunyikan oleh Prof. Dasuki tatkala mengetahui bahwa Baitul Arqom merupakan pondok pesantren alumni Gontor pertama yang tumbuh dan berakar kuat dari tradisi Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau kemudian bercerita panjang lebar mengenai keindahan hubungan diplomatik keilmuan serta ikatan emosional yang erat antara Mesir dan Gontor. Secara khusus, beliau mengenang sosok almarhum KH. A. Syukri Zarkasyi yang beliau kenal dan hafal betul kepemimpinannya sebagai tokoh yang gigih merintis serta membangun jaringan kerja sama internasional antara para ulama Mesir dan Indonesia. Allahummaghfirlahu.

Kedekatan serta rasa hormat Prof. Dasuki kian membuncah ketika Bapak Pimpinan Pondok, al-Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I., mengisahkan silsilah keilmuan dan perjuangan pendiri Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. Beliau menyampaikan bahwa ayahanda tercinta, (alm) KH. Masykur Abdul Mu’id, LML, merupakan adik kelas sekaligus murid langsung dari (alm) KH. A. Syukri Zarkasyi, serta merupakan sahabat karib dari KH. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan PMDG. Mendengar penuturan sejarah yang begitu membanggakan tersebut, Prof. Dasuki menunjukkan rasa takzim dan hormat yang luar biasa terhadap almarhum pendiri pondok. Ungkapan rasa hormat tersebut tidak hanya diwujudkan dalam perkataan, tetapi juga diwujudkan secara nyata pada penghujung acara, dimana beliau menyempatkan waktu secara khusus untuk berziarah ke makam (alm) KH. Masykur Abdul Mu’id di kompleks pesantren guna memanjatkan doa-doa terbaik.

Baca Juga :  Seminar Kesehatan tentang Covid-19 

Rangkaian acara kunjungan ini pada akhirnya meninggalkan kesan yang sangat mendalam dan menjadi catatan sejarah keilmuan yang tak akan pernah pupus dimakan zaman. Kunjungan Prof. Dr. Mustofa Dasuki Kasbah dan Dr. Yamani Itswani menjadi bukti nyata bahwa Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember senantiasa konsisten berada di barisan depan dalam membimbing para santrinya agar menjadi generasi penerus bangsa yang berwawasan global, berakhlak mulia, serta memiliki sanad keilmuan yang tersambung kokoh dengan para ulama dan pusat-pusat peradaban Islam dunia. Wallahu a’lam Bis-shawwaab.(*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here