Balung – Balai Pendidikan Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung Jember mengadakan kegiatan Halal Bihalal guru se-balai pada hari Kamis, 2 Mei 2024 di gedung auditorium KH. Masykur Abdul Mu’id, L.M.L. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan seluruh guru Balai Pendidikan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember. KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menyampaikan pesan-pesan nasihat untuk guru-guru melalui sambutannya seperti, “Apapun pekerjaannya, cintai! Cintai pekerjaan mengajar! Mengajar juga wajib dicinta!”
“Kita tidak bisa berpikir apa yang akan terjadi, tetapi kita bisa memitigasi, menganalisa, dan melihat bagaimana masa depan yang akan terjadi,” pesan beliau memotivasi kita semua sebagai pengajar. “Seperti ketika akan melewati jalan perjuangan yang itu kadang tidaklah mudah, tapi percayalah bahwa dibalik perjuangan tadi pasti ada nikmatnya,” imbuh KH. Izzat.
Tidak hanya itu, beliau juga menyampaikan banyak hal mengenai tugas-tugas seorang guru dan tanggung jawabnya. “Sikap keguruan itu berasal dari attitude dan pola pikir, seperti kata inner beauty yang akan muncul daripada attitude dan pola pikir juga harus dijaga. Yang demikian dikarenakan kita ingin mendidik generasi-generasi yang akan datang. Dalam memimpin dan melaksanakan tugas seperti guru, kita juga tidak perlu sampai terbawa emosi. Sebagai guru juga tidak boleh sampai melupakan 3K (koordinasi, komunikasi, dan konsolidasi),” demikianlah tutur beliau.
Beliau kemudian melanjutkan, “Dalam garis kesejarahan, tinggalkanlah sejarah yang baik dimanapun dan kapanpun, baik di masyarakat dan pesantren, semua harus bersinergi baik. Jangan pernah bosan untuk bercerita tentang kebaikan kepada orang lain apalagi kepada murid, sebagaimana KH. Hasan yang menceritakan tentang alm. KH.Masykur Abdul Mu’id L.M.L yang berjuang pada kala itu. Alm. KH. Masykur Abdul Mu’id pernah berkata, “Ngajaro disek, bar ngajar lakonono“. Sehingga di akhir hayatnya beliau masih sempat untuk mengajar, bahkan meninggalkan legacy dan rapat KBM”.
Al- Ustadz KH. Izzat Fahd, M.Pd.I berharap agar kita semua memulai dengan niat yang baik, cara yang baik, dan tujuan yang baik. “Al Fadhlu lil Mubtadi” Memiliki makna bahwa permulaan itu adalah niscaya, maka siapa yang memulai maka dialah yang mulia, tetapi lihat dari apa yang dia mulai. Oleh karena itu mulailah dengan yang baik-baik. Karena orang baik tidak akan pernah jatuh karena ketika dia akan dijatuhkan maka ia akan terus berusaha untuk bangkit, jika kebaikannya yang dilakukan itu untuk Allah SWT. Hal ini sangat berkaitan dengan peran seorang guru yang memberi pengetahuan kepada muridnya. (Ail/Qr)








