Home Catatan Singa Podium Bangkit Setiap Jum’at: Kiprah JMK menyalakan Semangat Dakwah Santri

Singa Podium Bangkit Setiap Jum’at: Kiprah JMK menyalakan Semangat Dakwah Santri

0
244

Jember- Di lingkungan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, terdapat suatu club yang menjadi wadah kreatif sekaligus sarana pembentukan mental para santri, yaitu Jam’iyyatul Khitobah (JMK). Dari sana mereka dapat mempelajari seni berbicara dengan adab, berdakwah dengan hati, dan berani tampil dengan niat lillahita’ala.

JMK atau Jam’iyyatul Khitobah berasal dari dua kata bahasa Arab: “Jam’iyyah” artinya “perkumpulan”, dan “Khitobah” artinya “pidato”. Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, JMK bukan hanya sekedar club, tetapi madrasah pelatihan retorika dan dakwah yang terus hidup dan berkembang. Tak hanya itu, santri juga dilatih untuk bisa menyampaikan pesan islam dengan tutur kata yang santun, isi yang mendalam, dan gaya penyampaian yang menggugah.

Berbicara di depan umum bukanlah suatu hal yang mudah, karena dibutuhkan keberanian, keikhlasan, serta penguasaan materi. Maka dari itu, kegiatan JMK tidak hanya mengajarkan cara berbicara, namun juga menumbuhkan kepercayaan diri dan kepemimpinan santri.

Setiap hari Jum’at, suasana di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember terasa berbeda. Selepas sholat dhuha berjama’ah, masjid menjadi hidup. Satu per satu anggota JMK maju ke podium, menunjukkan keberanian dan semangat latihan berbicara di depan seluruh santriwati.

Baca Juga :  Buku Sebagai Second Brain Manusia

Di sinilah istilah “Singa Podium” lahir, para santri JMK dibiasakan untuk tampil dan percaya diri di atas mimbar, berbicara lantang dengan adab dan ilmu. Oleh sebab itu, hari Jum’at menjadi ajang pembuktian: siapa pun bisa menjadi pendakwah, asalkan punya semangat dan kesiapan hati.

Pimpinan Pondok, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I sering menegaskan bahwa:
“Jangan takut untuk berbicara tentang kebenaran. Ujian sejati bukan seberapa pandai kita berbicara, tapi seberapa jujur kita dalam menyampaikan.”
Pesan inilah yang selalu dipegang oleh santri JMK. Setiap latihan, setiap pidato, dan setiap ceramah menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju kematangan jiwa dan kedewasaan berdakwah.

Santri diajarkan bahwa berdakwah tidak harus menunggu sempurna, tetapi dimulai dari kemampuan yang ada – dengan lisan yang terjaga dan hati yang tulus. Hal ini sejalan dengan hadist yang membangunkan semangat para anggota JMK.

قال رسول الله ﷺ: بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
(رواه البخاري)

Artinya: “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” (HR. Bukhari)

Jam’iyyatul Khitobah adalah ruang di mana keberanian ditempa, keikhlasan diuji, dan semangat dakwah disebarkan. Semoga Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember dapat melahirkan orator besar yang membawa misi besar: menyampaikan kebenaran dengan kata, dan menanamkan iman dengan suara.(Al/Ns/Qr)

Baca Juga :  Malam Perpulangan Ramadhan: Saat Santri Kembali ke Rumah
PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here