Jember- Pada hari Sabtu tanggal 12 April 2025 Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember melaksanakan Agenda Halal Bihalal dan Pengarahan Waktu Masuk Sekolah. Hal ini dilaksanakan pada pukul 07.30 bertempat di masjid pondok putri. Tak lepas juga, acara ini dihadiri oleh beberapa guru dan seluruh santri dan santriwati Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember.
Pada pukul 07.00 para santri dan santriwati bersiap menuju masjid pondok putri dengan riang dan gembira, dengan rapi mereka duduk memadati area masjid. Pada sambutannya, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menyampaikan bahwa setelah libur hari raya akan memasuki masa ujian semester untuk kelas 1-5 dan ujian akhir pondok untuk kelas 6. “Setelah libur ini, kita akan kembali melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) kemudian menuju ujian UTS, semester dan akhir pondok bagi kelas 6. Oleh karena itu, persiapkanlah diri kalian dengan sisa waktu yang ada,” tutur KH . Izzat Fahd, M.Pd.I.
Terdapat sedikit waktu untuk mempersiapkan diri menuju ujian. Dengan adanya hal tersebut, mayoritas santri dan santriwati mulai memanfaatkannya untuk belajar. Meskipun mereka masih membiasakan diri setelah perpulangan. Akan tetapi, mereka sudah memulai memahami dan mengingat pelajaran sebelumnya. Namun, terdapat pula beberapa dari mereka yang lalai.
Setelah merenungi hasil ujian semester sebelumnya, perlu bagi kita untuk mengevaluasi diri. Baik cara belajar maupun mengajar. Terkadang, kita menganggap proses tersebut sebagai hal sepele. Padahal, cara belajar setiap santri tentu berbeda. Namun, sering kali kita mengabaikan hal tersebut, sehingga tidak ada evaluasi untuk semester berikutnya. Bapak Pimpinan Pondok berharap seluruh santri dan santriwati dapat selalu meningkatkan potensi belajar mereka. Bahkan untuk meningkatkan proses belajar mengajar, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I menegaskan bahwa seluruh guru dilarang meninggalkan kelas. Meskipun terdapat kelas kosong, maka guru pengganti wajib menggantikan, sehingga tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia.
Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan kepada kita untuk selalu menjaga diri, karena pada zaman sekarang banyak yang menganggap sesuatu yang tidak pantas menjadi pantas dan biasa. “Pada zaman sekarang, seseorang yang membuka aurat dan memakai pakaian terbuka menjadi sesuatu yang lumrah. Padahal, pada zaman dahulu, hal ini menjadi suatu kontroversi. Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk selalu menjaga diri, karena
هلك امرء لم يعرف قدره
Celakalah bagi orang yang tidak mengetahui kodratnya،” ucap KH. Izzat Fahd, M.Pd.I
Seperti yang bisa kita saksikan di masyarakat, banyak anak yang memakai pakaian terbuka. Bahkan, telah tersebar di seluruh platform media sosial. Namun, hal ini semakin didukung oleh keluarga dan orang sekitar. Padahal, apabila kita telaah lebih dalam, hal tersebut dapat menimbulkan penyakit masyarakat yang semakin marak. Alhasil, jika hal tersebut telah terjadi, maka akan menjadi permasalahan keluarga dan sosial. Lebih parahnya lagi, biasanya dapat menciptakan rasa malu dan insecure. Baik pada diri sendiri maupun keluaga.
Sebaliknya, kita akan selamat apabila menghindari hal tersebut. Seperti yang telah diajarkan oleh Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, bahwa seluruh santri dan santriwati diwajibkan untuk menutup aurat. Bahkan, para santriwati pun diwajibkan untuk memakai pakaian dan kerudung panjang. Harapannya dengan adanya peraturan seperti itu, seluruh santri dan santriwati dapat terhindar dari berbagai penyakit sosial dan menjadi penerus umat. (Rb/*)









