Balung- Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung mengadakan beberapa acara untuk memperingati Maulid Nabi. Jika santri putri mengadakan kegiatan khataman Al-Qur’an bersama, berbeda dengan santri putra yang menyelenggarakan lomba memasak. Cukup aneh memang, karena pada dasarnya kategori memasak identik dengan perempuan. Tapi tidak untuk yang satu ini, justru santri putra lah yang menjadi peserta lomba. Momen kebersamaan dan keseruan seperti ini yang jarang ditemukan.

Menu-menu dan nama hidangan yang dibuat pun beraneka ragam, antara lain ada mie Afganistan, nasi goreng selimut, nasi goreng setan, noodle skin, nasi goreng orek, dan lain-lain. Pondok sendiri telah menyiapkan peralatan untuk memasak yang dibutuhkan. Para ustadz selaku juri menjadi saksi keseruan para chef dadakan pada hari itu.
Dengan diadakannya perlombaan tersebut, para santri diharap mampu mengelola kemampuan memasaknya juga belajar mengenali bahan-bahan dapur. Semoga seiring berjalannya waktu santri mampu tumbuh menjadi generasi bangsa yang baik, mandiri dan aktif dalam segala bidang. (Dgd/Qr)










