Home Catatan Mujahid Sejati di Pesantren: Bukan Hanya Pengajar dan Santri

Mujahid Sejati di Pesantren: Bukan Hanya Pengajar dan Santri

0
561

Jember – Ketika mendengar kata mujahid di pesantren, yang terbayang biasanya adalah para pengajar yang menyampaikan ilmu, dan para santri yang tekun belajar serta menghafal Al-Qur’an. Namun, di balik lancarnya proses belajar-mengajar di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, ada sosok-sosok lain yang tak kalah berjasa. Mereka adalah para mujahid sejati yang mungkin tak terlihat di panggung utama, tetapi perannya begitu besar untuk menjaga stabilitas pondok dan turut memajukan pondok.

1. Mujahid Dapur: Bude dan Mbok yang Menjaga Gizi Santri

Sejak sebelum fajar menyingsing, para bude-bude dan mbok-mbok di dapur sudah mulai bekerja. Dengan tangan yang cekatan dan hati yang tulus, mereka menyiapkan makanan untuk ratusan santri. Mereka bukan sekadar tukang masak, tetapi penjaga kesehatan para santri, memastikan asupan gizi tercukupi agar para santri bisa belajar dengan tenang dan penuh semangat.

Mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab—memasak dalam jumlah besar, menakar nutrisi, dan memastikan makanan tersaji tepat waktu. Tanpa mereka, kegiatan di pondok pesantren tentu tak akan berjalan sebaik ini.

Baca Juga :  SYAFAHI: Latih Mental Komunikasi dan Disiplin Belajar Santri
2. Mujahid Tukang dan Petani: Membangun Fisik dan Kemandirian

Selain para pengajar, akan sulit membayangkan pesantren berkembang tanpa bantuan para tukang bangunan. Mereka adalah para mujahid yang menegakkan gedung-gedung belajar, asrama, dan fasilitas pondok lainnya. Setiap bata yang mereka susun, setiap peluh yang menetes, adalah bagian dari perjuangan membangun peradaban Islam.

Begitu pula para petani yang merawat sawah-sawah pesantren. Mereka memastikan ketahanan pangan pesantren tetap terjaga, mendukung semangat kemandirian yang menjadi cita-cita pondok.

Di Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, kami percaya bahwa setiap orang yang bekerja dengan ikhlas demi keberlangsungan dan kemajuan pondok ini adalah mujahid. Baik yang berdiri di depan kelas, duduk menghafal di musholla, ataupun yang memasak di dapur dan mencangkul di sawah—semuanya adalah bagian dari perjuangan suci menegakkan ilmu dan akhlak Islam.

Semoga Allah mencatat setiap tetes keringat mereka sebagai amal jariyah yang tak pernah putus. Aamiin. (*)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here