Home Terkini FEB UNEJ dan FPAG Dorong Optimalisasi Wakaf Produktif

FEB UNEJ dan FPAG Dorong Optimalisasi Wakaf Produktif

0
16

Jember — Momentum besar di Pondok Pesantren Baitul Arqom tidak berakhir begitu saja pada 25 Oktober 2026. Keesokan harinya, pada 26 Oktober 2026 salah satu tamu kehormatan dalam agenda Apel Tahunan, Sekretaris Jenderal Forum Pesantren Alumni Gontor yaitu KH. Anang Rikza Masyhadi, M.A., Ph.D., menghadiri acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember, KH. Izzat Fahd, M.Pd.I., turut hadir untuk menyampaikan sambutan pembuka.

Mengusung tajuk “Beyond Charity: Productive Waqf, Islamic Social Finance, and the Sustainable Development Goals”, kegiatan ini membahas potensi wakaf produktif dan keuangan sosial Islam dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Topik tersebut relevan dengan kebutuhan pengembangan ekonomi yang tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan dampak sosial yang berkesinambungan.

Dalam pemaparannya, KH. Anang Rikza Masyhadi membahas potensi wakaf produktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, menciptakan pekerjaan yang layak, serta mengurangi kesenjangan sosial antarlapisan masyarakat.

Baca Juga :  Upacara untuk Sambut Kemerdekaan NKRI yang ke-73 

Selain membahas wakaf produktif, beliau juga mengulas hubungan antara Islamic Social Finance (ISF) dan Sustainable Development Goals (SDGs). Di antara berbagai instrumen dalam ISF, wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan jangka panjang. Berbagai inovasi pengelolaan wakaf produktif dapat ditemukan dalam sektor pendidikan, kesehatan, hingga konservasi lingkungan melalui pemanfaatan tanah wakaf.

Pembahasan mengenai wakaf produktif juga berkaitan dengan pengembangan usaha berbasis wakaf di lingkungan pesantren. Berdasarkan materi presentasi yang terdokumentasi, salah satu topik yang diangkat ialah “Waqf-Based Business Strategy for Pesantren” atau strategi bisnis berbasis wakaf untuk pesantren. Materi tersebut mencakup hubungan antara wakaf dan bisnis, pertumbuhan usaha, manfaat wakaf, serta strategi pengembangan bisnis pesantren berbasis wakaf. Topik ini memberikan gambaran mengenai keterkaitan pengelolaan wakaf dengan pengembangan kegiatan usaha di lingkungan pesantren.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan wakaf produktif masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek tata kelola. Perbaikan dan peningkatan sistem manajemen menjadi salah satu faktor penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset wakaf serta menjaga keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat.

Baca Juga :  Siapkan Jasmani dan Rohani, Pondok Pesantren Baitul Arqom Sukses Lomba Pramuka Tingkat Nasional

Kegiatan Guest Lecture ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan peserta untuk memperluas wawasan mengenai ekonomi Islam, khususnya potensi keuangan sosial Islam dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui pembahasan mengenai wakaf produktif, peserta diharapkan dapat memahami lebih jauh peran wakaf sebagai instrumen yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) dan Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung, Jember dan FPAG. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan pesantren, sekaligus mendorong pertukaran gagasan mengenai penguatan kemandirian pesantren melalui pemanfaatan keuangan sosial Islam.(Nd/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here