Home Catatan Deputi BGN Apresiasi Baitul Arqom Sebagai Pesantren Alumni Gontor Pertama

Deputi BGN Apresiasi Baitul Arqom Sebagai Pesantren Alumni Gontor Pertama

0
14

Jember- Kemeriahan acara Silaturahmi Keluarga Besar dan Apel Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember kian terasa seiring matahari yang merangkak tinggi di langit (25/10/26). Cuaca panas tak serta-merta membuat kekhidmatan sirna, justru semakin mengukuhkan suasana. Rentetan acara berlangsung dengan lancar seiring berjalannya waktu. Hingga akhirnya, tibalah giliran salah satu dari dua pembicara untuk berdiri di atas podium dan menyampaikan pandangan serta nasihatnya.

Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. Deputi Bidang Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, membuka pidatonya dengan pantun jawa membuat suasana semakin hangat dan meriah. Beliau memberikan apreasiasi beliau bahwa Pondok Pesantren Baitul Arqom Jember adalah Pondok Alumni Gontor yang pertama dan sudah berdiri lama. “Pondok ini adalah Pondok Pesantren Alumni Gontor yang pertama, saya yakin berdiri sekian lama pasti tidak mudah. Dan menjadi yang pertama pasti akan menginspirasi pondok-pondok yang lain, yang bahkan saat ini sudah ada 1400 pondok pesantren se-Indonesia,” tuturnya. 

“Di pondok ini, semangat perjuangan bergelora dan kita melihat para santri akan menjadi pemimpin bagi Indonesia di masa depan, karena tawadhu’nya para alumninya, dan karena integritas para Pemimpinnya,” imbuh beliau.

Baca Juga :  Momen Maulid Nabi: Serunya Lomba Memasak para Santriwati

Beliau juga menekankan betapa pentingnya peran pendidikan dalam memajukan generasi bangsa. Pendidikan merupakan fondasi yang sangat fundamental bagi kehidupan manusia. Di sanalah akal manusia memperoleh petunjuk untuk terus melangkah maju menggapai masa depan yang cerah.

Untuk memenuhi tujuan mulia tersebut, diperlukan berbagai upaya yang tentunya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, lingkungan masyarakat, hingga keluarga. Sinergi yang baik di antara elemen-elemen tersebut akan membuka jalan yang lebih lapang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini juga menjadi salah satu kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas serta mampu beradaptasi dan menjawab berbagai tantangan zaman.

Pendidikan tidak hanya dapat dimaknai secara sempit sebagai proses tersampaikannya ilmu pengetahuan kepada individu. Lebih dari itu, pendidikan juga mencakup pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai moral, serta pengembangan potensi yang tertanam dalam diri manusia agar dapat tumbuh dan memberikan kontribusi bagi masyarakat luas.

Dalam konteks ini, pesantren memiliki peran yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Lembaga pendidikan ini mengemban tugas yang amat strategis. Pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan kedisiplinan, membina kemandirian dan tanggung jawab, serta menumbuhkan kepedulian sosial.

Baca Juga :  PERAKAJUM: Berlatih Kepemimpinan dengan Membawa Nilai-nilai Pesantren

Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh. Di dalamnya, terdapat berbagai aspek yang saling berkaitan. Pendidikan yang baik perlu didukung oleh kondisi kesehatan yang baik serta pemenuhan gizi yang memadai. Generasi yang sehat memiliki peluang lebih besar untuk belajar, berkembang, dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya demi mencapai tujuan pendidikan.

Di samping itu, dalam mahfudot yang pernah kita pelajari diterangkan bahwa intelektualitas harus senantiasa berjalan beriringan dengan akhlak, sebagaimana yang selalu diajarkan dan dipesankan oleh guru-guru kita. 

لَيْسَ الْجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا * إِنَّ الْجَمَالَ جَمَالُ الْعِلْمِ وَالأَدَبِ

Artinya:”Bukanlah keindahan itu pada pakaian yang menghiasi kita, tetapi keindahan yang sejati adalah keindahan ilmu dan adab.”

Pada tahap inilah, peran pesantren menjadi sangat penting. Pendidikan yang disertai dengan akhlak akan menjadikan perjalanan menuntut ilmu lebih terarah. Dengan demikian, setiap individu tidak hanya memahami apa yang dipelajarinya, tetapi juga menyadari tujuan dan tanggung jawab yang menyertai ilmu tersebut. (Nd/Nr/Qr)

PENDAFTARAN SANTRI BARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here