Upacara Apel Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom, Semangat Jihad Pendidikan Terus Digelorakan.

0
455

Balung – Pada tanggal 30 Syawwal 1438 H atau 24 Juli 2017 M hari Senin, telah dilaksanakan upacara Apel Tahunan Khutbatul Arsy Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung. Kegiatan penting ini dihelat di lapangan hijau Pondok, yang berlokasi di depan gedung Hasan Al-Bana. Genda ini diikuti oleh sekitar 1800 orang, terdiri dari dewan guru, santri/wati, siswa/i dan karyawan.

Hadir Bapak Pimpinan dan Pengasuh Pondok, KH. Masykur Abdul Mu’id, LML sebagai Pembina Upacara, diikuti oleh beberapa pejabat struktur organisasi pondok serta dewan guru, serta diikuti barisan pengibar bendera. Seluruh peserta dari santri/wati dan siswa/i mengitari lapangan hijau, dari ujung hingga ke ujung, semua tampak berbaris rapi. Upacara Apel Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung ini dihelat dengan penuh khidmat.

Bapak Pimpinan Pondok KH. Masykur Abdul Mu’id LML Memberikan Hormat Kepada Bendera Merah Putih.

Acara berlangsung tepat pukul 07.00 WIB, diawali dengan inspeksi barisan oleh pemimpin upacara, dan dilangsungkan pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera (PASKIBRA) dengan diiringi lagu Indonesia Raya.

Bapak Pimpinan Pondok yang juga sebagai Pembina Upacara memberikan nasehat-nasehat pentingnya bagi seluruh warga pondok, untuk selalu mengerti bagaimana esensi pondok berjihad; karena sudah sangat jelas bahwa gerakan pondok dilakukan melalui unsur pendidikan. Mendidik melalui berbagai kegiatan, mendidik dengan pengajaran, mendidik dengan organisasi, mendidik dengan silaturahmi, mendidik alumni, masyarakat, para wali, juga mendidik dengan berbagai cara.

Perlu untuk diingat selalu, bahwa hadirnya Pondok adalah bertujuan untuk selalu bisa mendidik dan bekerja menyatukan ummat. Pondok hadir berdiri di atas dan untuk semua golongan. “Artinya, mau dan akan jadi apa alumni-alumni pondok ditawarkan dan diberikan secara bebas, akan tetapi selama berada di pondok, warna-warni golongan itu hukumnya wajib dilepas,” terang beliau. Perbedaan adalah sunnah, tidak bisa dihindarkan.

Selepas upacara berlangsung, seluruh dewan guru putra dan putri secara bergantian menuju gedung Hasan Al-Bana untuk mendapat pengarahan lanjutan dari Bapak Pimpinan Pondok Pesantren Baitul Arqom Balung. Agenda ini kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. (Admin)

Comments