Silaturrahmi Tahunan Pondok Pesantren Baitul Arqom

0
216

Balung Mengingat akan pentingnya ukhuwah islamiyah, Pondok Pesantren Baitul Arqom adakan program Silaturrahmi Tahunan. Acara ini ditujukan untuk seluruh keluarga pondok mulai dari seluruh santri/wati dan siswa/i, wali santri/wati dan wali siswa/i, para guru bahkan hingga alumni.  Akan tetapi, pada tahun 2017 program ini tidak terlaksana dikarenakan banyak kendala. Ditahun 2018 saat inilah program silaturrahmi kembali diadakan pada tanggal 1 September dengan persiapan yang tak kalah sibuk dengan tahun tahun sebelumnya. Gedung Auditorium sebagai rencana tempat pelaksanaan acara, yang telah didekorasi menjadi cantik nan megah akan menambah suasana kenyamanan menjelang acara esok. Untuk dapat menambah wawasan, pondok telah mengundang Prof. Dr. Imam Suprayogo sebagai pembicara pada kesempatan kali ini. Beliau pernah menjabat sebagai rektor di UIN Maliki Ibrahim Malang.

  Persiapan demi persiapan telah dirancang oleh panitia dari pra acara hingga penghujung acara. Adapun penampilan pada pra acara telah terhitung sebanyak 11 penampilan tersedia. Diantara penampilan dari pondok putri adalah Paduan Suara, Theater, Persatuan Silat Baitul Arqom (PERSIBA), scout dance oleh PASELBA, Tari Daerah dan selengkapnya penampilan dari pondok putra.

   Pak Adi, ketua panitia berseru kepada anggotanya di forum rapat bahwa silaturrahmi tahun ini harus lebih baik dari tahun tahun sebelumnya. Maka sebagai ketua panitia, pak Adi akan lebih teliti dalam mengontrol persiapan acara.

“Acara silaturrahmi ini bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi dan juga sebagai pengenalan pondok kepada seluruh keluarga pondok,” tutur Bapak Pimpinan Pondok, Ustadz KH. Masykur Abdul Mu’id, LML. Berbeda dengan tahun kemarin, tahun ini penampilan didominasi oleh anak pondok agar suasana silaturrahmi 1 September 2018 lebih mengarah kepondok pesantrenan. Akan tetapi bukan berarti membedakan antara anak pondok dengan siswa luar pondok melainkan semata-mata agar acara lebih islamiyah dan diharapkan keislamiyahan itu dapat dimunculkan dari anak pondok pesantren.

Comments